uLSN08P13StNRpu8zdLBsXY8k4kNVrJ45iKXYMFb
Bookmark

HARGAI ISTRIMU SELAGI MASIH ADA



Sebuah Nasihat Kehidupan bagi Para Pria

Wahai para pria, jika hari ini engkau masih memiliki seorang istri yang setia mendampingimu, jangan tunggu kehilangannya untuk menyadari betapa berharganya dia.

Kadang seorang suami terlalu sibuk mengejar dunia hingga lupa bahwa di rumah ada seorang perempuan yang setiap hari menunggu kepulangannya.

Ia mungkin tidak selalu meminta hadiah.Tidak selalu meminta kemewahan.Tidak selalu meminta kehidupan yang sempurna.Sering kali ia hanya ingin dihargai, didengarkan, diperhatikan, dan diperlakukan dengan baik.

Jangan Menunggu Ia Pergi

Banyak manusia baru menyadari nilai seseorang setelah orang itu tidak lagi berada di sampingnya.Ketika istri masih ada, mungkin perhatian dianggap biasa.Masakannya dianggap kewajiban.

Pengorbanannya dianggap hal yang memang harus dilakukan.Kesetiaannya dianggap sesuatu yang akan selalu ada.Padahal tidak ada manusia yang tahu berapa lama seseorang akan diberikan kesempatan untuk bersama.

Suatu hari, rumah bisa menjadi sunyi.Tidak ada lagi suara yang menyambut kepulangan.Tidak ada lagi seseorang yang bertanya apakah sudah makan.Tidak ada lagi orang yang mengingatkan ketika kita salah.

Dan pada saat itu, penyesalan sering kali datang ketika semuanya sudah terlambat.

Istri Bukan Pembantu

Seorang istri bukanlah pembantu dalam rumah tangga.Ia adalah pasangan hidup.Ia adalah seseorang yang ikut memikul beban kehidupan.Ketika suami menghadapi kesulitan, sering kali istri menjadi orang yang tetap bertahan.

Ketika suami jatuh, ia mungkin menjadi orang yang memberikan semangat.Ketika anak membutuhkan perhatian, ia sering menjadi orang yang berada paling dekat.

Bahkan ketika dirinya sendiri lelah, seorang ibu sering tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarganya.Karena itu, jangan hanya melihat apa yang kurang dari istrimu.

Lihat juga berapa banyak yang telah ia lakukan untukmu dan keluargamu.

Jangan Menyakiti Hati Orang yang Setia

Kata-kata seorang suami dapat menjadi obat, tetapi juga dapat menjadi luka.

Jangan mudah menghina.Jangan membandingkan istri dengan perempuan lain.Jangan mempermalukannya di depan anak-anak.Jangan menjadikan kekurangan sebagai bahan ejekan.Dan jangan merasa bahwa karena ia adalah istrimu, engkau bebas memperlakukannya sesuka hati.

Hubungan yang panjang bukan berarti seseorang boleh kehilangan rasa hormat.Justru semakin lama hidup bersama, semakin besar tanggung jawab untuk saling menjaga hati.

Jika Ada Masalah, Bicarakan

Tidak ada rumah tangga yang sempurna.Suami dan istri pasti memiliki perbedaan.Kadang terjadi salah paham.Kadang muncul kemarahan.Kadang ada kekecewaan.

Tetapi masalah rumah tangga seharusnya menjadi alasan untuk belajar saling memahami, bukan alasan untuk saling menghancurkan.

Jika marah, tenangkan diri.Jika kecewa, bicarakan.Jika salah, minta maaf.Jika istri melakukan kesalahan, jangan langsung merendahkannya.Dan jika engkau sendiri melakukan kesalahan, jangan terlalu gengsi untuk mengatakan:

“Maafkan aku.”

Dua kata tersebut terkadang mampu menyelamatkan sebuah rumah tangga.

Jangan Baru Menghargai Setelah Kehilangan

Ada orang yang setelah istrinya pergi baru berkata:“Seandainya dulu aku lebih menghargainya.”“Seandainya dulu aku lebih sering mengajaknya berbicara.”“Seandainya dulu aku tidak terlalu keras kepadanya.”“Seandainya dulu aku lebih banyak meluangkan waktu.”

Tetapi kehidupan tidak selalu memberikan kesempatan kedua.Karena itu, jika hari ini istrimu masih berada di sampingmu, perbaikilah hubunganmu hari ini.

Peluklah jika memang perlu.Ucapkan terima kasih.Tanyakan bagaimana keadaannya.Dengarkan ceritanya.Bantu ketika ia lelah.Berikan waktu untuknya.Dan jangan malu mengatakan bahwa engkau menghargai perjuangannya.

Hargai Istri di Depan Anak

Anak-anak belajar tentang kehidupan dari apa yang mereka lihat.Jika seorang anak melihat ayah menghormati ibunya, ia belajar menghormati perempuan.Jika anak melihat ayah memperlakukan ibu dengan lembut, ia belajar bahwa keluarga dibangun dengan kasih sayang.

Sebaliknya, jika anak melihat penghinaan, pertengkaran, dan kekerasan, pengalaman tersebut dapat meninggalkan luka dan membentuk cara pandangnya tentang hubungan.

Karena itu, menghargai istri bukan hanya untuk kebahagiaan suami dan istri.

Itu juga pendidikan bagi generasi berikutnya.

Jangan Cari Kesempurnaan

Tidak ada istri yang sempurna.Tidak ada suami yang sempurna.Yang ada adalah dua manusia yang sama-sama belajar menjadi lebih baik.Jangan mencari perempuan yang tidak pernah salah.Carilah cara agar hubungan yang ada menjadi lebih baik.

Ketika engkau melihat kekurangan istrimu, ingatlah bahwa engkau juga memiliki kekurangan yang mungkin selama ini ia terima dengan sabar.

Jika engkau ingin dihormati, belajarlah menghormati.Jika engkau ingin dicintai, belajarlah mencintai.Jika engkau ingin dimengerti, belajarlah memahami.

Maka Wahai para pria, hargai istrimu selagi masih ada.

Jangan menunggu rumah menjadi kosong untuk merindukan suaranya.Jangan menunggu ia pergi untuk menyadari pengorbanannya.Jangan menunggu sakit untuk menghargai kesehatannya.

Jangan menunggu kehilangan untuk belajar mencintai.Kehidupan berjalan cepat.Hari ini kita masih bersama, tetapi tidak seorang pun tahu bagaimana perjalanan hari esok.Maka selama masih diberikan kesempatan, jadilah suami yang mampu berkata:

“Terima kasih telah bertahan bersamaku.”“Terima kasih telah menemani perjalanan hidupku.”“Maaf atas kesalahanku.”

Dan yang paling penting:“Aku menghargaimu, bukan hanya ketika engkau sempurna, tetapi karena engkau telah menjadi bagian dari perjalanan hidupku.”

Sebab pada akhirnya, kebahagiaan rumah tangga bukan hanya tentang seberapa banyak harta yang dimiliki, tetapi tentang seberapa tulus dua manusia saling menghargai sebelum waktu memisahkan mereka.


Penulis Azhari 

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar