INGAT MASA SULIT"Jangan Lupakan Mereka yang Pernah Menolongmu"
Ada satu hal yang seharusnya tidak pernah kita lupakan dalam perjalanan hidup: siapa yang tetap berada di samping kita ketika keadaan sedang sulit.
Sebab ketika hidup kita sudah berubah, ketika rezeki mulai lapang, ketika nama mulai dikenal, ketika jabatan mulai tinggi, ketika kendaraan sudah bagus, rumah sudah nyaman, dan kehidupan terlihat jauh lebih baik—jangan sampai kita lupa kepada orang-orang yang pernah hadir ketika kita tidak memiliki apa-apa.
Ingatlah masa sulitmu.
Ingat ketika engkau pernah bingung mencari jalan keluar.
Ingat ketika engkau pernah tidak tahu harus meminta pertolongan kepada siapa.
Ingat ketika ada orang yang datang tanpa banyak bertanya, lalu berkata:
"Apa yang bisa saya bantu?"
Mungkin pertolongannya kecil menurut dunia.
Mungkin hanya memberikan makanan.
Mungkin hanya meminjamkan uang.
Mungkin hanya memberikan tumpangan.
Mungkin hanya membantu mencarikan pekerjaan.
Mungkin hanya memberikan tempat untuk berteduh.
Atau mungkin hanya duduk di sampingmu ketika semua orang pergi.
Namun bagi orang yang sedang berada dalam kesulitan, pertolongan kecil bisa terasa seperti pertolongan yang sangat besar.
Jangan Hanya Mengingat Mereka Saat Membutuhkan
Salah satu kelemahan manusia adalah mudah mengingat seseorang ketika membutuhkan sesuatu, tetapi mudah melupakan seseorang ketika kehidupannya sudah berubah.
Ketika susah, kita mencari teman.
Ketika berhasil, kita mencari orang-orang baru.
Ketika tidak punya apa-apa, kita menghargai siapa pun yang membantu.
Tetapi ketika sudah memiliki segalanya, terkadang orang yang dahulu membantu justru dianggap tidak penting.
Jangan menjadi manusia seperti itu.
Karena kehidupan selalu berputar.
Hari ini kita mungkin berada di atas.
Besok mungkin kita berada di bawah.
Hari ini kita mungkin mampu membantu.
Besok mungkin kita yang membutuhkan bantuan.
Maka jangan pernah merasa terlalu tinggi untuk mengingat orang yang pernah menolongmu ketika engkau berada di bawah.
Kebaikan tidak menjadi kecil hanya karena waktu telah berlalu.
Ingat Orang yang Hadir Saat Semua Orang Pergi
Ada orang yang hadir ketika kita sukses karena mereka melihat keuntungan.
Ada orang yang datang ketika kita sudah memiliki sesuatu karena mereka membutuhkan sesuatu dari kita.
Tetapi ada juga orang yang hadir ketika kita sedang jatuh, ketika kita tidak punya apa-apa, bahkan ketika membantu kita tidak memberikan keuntungan apa pun bagi dirinya.
Orang seperti itulah yang layak dikenang.
Bukan berarti kita harus membalas semua kebaikan dengan materi.
Tidak selalu.
Kadang membalas kebaikan cukup dengan tidak melupakan.
Dengan menanyakan kabarnya.
Dengan menghormatinya.
Dengan mendoakannya.
Dengan datang ketika dia membutuhkan.
Dengan membantu ketika kita sudah mampu.
Dan yang paling indah, jangan pernah menceritakan pertolongan yang pernah ia berikan sebagai bahan untuk merendahkannya.
Jika seseorang pernah membantumu ketika engkau miskin, jangan gunakan masa lalumu untuk membuatnya merasa lebih rendah setelah engkau sukses.
Justru katakan:
"Saya tidak pernah lupa, dahulu ketika saya berada dalam kesulitan, Anda pernah membantu saya."
Kalimat sederhana itu bisa menjadi penghargaan yang sangat besar.
Jangan Malu Mengakui Bahwa Kita Pernah Ditolong
Kadang manusia ingin terlihat seolah-olah keberhasilannya adalah hasil perjuangannya sendiri.
Kita berkata:
"Saya sukses karena kerja keras saya."
Memang benar, kerja keras penting.
Tetapi jangan lupa, mungkin ada banyak tangan yang ikut menguatkan perjalanan kita.
Ada orang tua yang mendoakan.
Ada pasangan yang bertahan.
Ada saudara yang membantu.
Ada guru yang mengajarkan ilmu.
Ada sahabat yang memberikan semangat.
Ada seseorang yang memberikan kesempatan.
Ada orang yang menolong ketika kita hampir menyerah.
Maka jangan terlalu cepat berkata:
"Saya berhasil sendiri."
Tidak ada manusia yang benar-benar berdiri sendirian.
Di balik keberhasilan seseorang, biasanya ada banyak kebaikan orang lain yang tidak terlihat.
Dan bagi seorang Muslim, lebih jauh lagi kita harus menyadari bahwa di atas semua pertolongan manusia, ada pertolongan Allah SWT.
Allah yang membuka jalan.
Allah yang menggerakkan hati seseorang untuk membantu.
Allah yang memberikan rezeki.
Allah yang memberi kekuatan untuk bertahan.
Karena itu, semakin kita berhasil, seharusnya semakin kita rendah hati.
Jangan Lupakan Mereka Setelah Engkau Berhasil
Jika dahulu seseorang membantumu ketika engkau belum memiliki pekerjaan, jangan lupakan dia ketika engkau sudah mendapatkan pekerjaan.
Jika dahulu seseorang membantumu ketika engkau sedang kesulitan ekonomi, jangan lupakan dia ketika rezekimu sudah berlimpah.
Jika dahulu seseorang membukakan pintu ketika semua pintu tertutup, jangan lupakan dia hanya karena sekarang engkau memiliki rumah yang lebih besar.
Jika dahulu seseorang berdiri di sampingmu ketika banyak orang meninggalkanmu, jangan tinggalkan dia hanya karena sekarang engkau memiliki banyak teman.
Kesuksesan yang membuat kita lupa kepada orang-orang baik bukanlah kesuksesan yang sempurna.
Sebab nilai seseorang bukan hanya dilihat dari seberapa tinggi ia bisa naik, tetapi juga dari apakah ia masih ingat kepada orang-orang yang pernah membantunya ketika ia berada di bawah.
Kebaikan Adalah Utang Moral
Tidak semua kebaikan harus dibayar dengan uang.
Ada kebaikan yang dibalas dengan perhatian.
Ada yang dibalas dengan doa.
Ada yang dibalas dengan penghormatan.
Ada yang dibalas dengan pertolongan ketika waktunya tiba.
Dan ada pula kebaikan yang mungkin tidak pernah sempat kita balas kepada orangnya.
Jika demikian, jangan berhenti mendoakannya.
Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan sesuatu yang jauh lebih besar daripada apa yang mampu kita berikan.
Sebab manusia mungkin lupa, tetapi Allah tidak pernah lupa.
Setiap kebaikan tercatat.
Setiap air mata diketahui.
Setiap pengorbanan dilihat.
Setiap tangan yang pernah membantu kita diketahui oleh Allah.
Maka jangan merasa bahwa kebaikan seseorang hilang begitu saja hanya karena kita tidak mampu membalasnya.
Ketika Sudah Berhasil, Jadilah Orang yang Pernah Engkau Butuhkan
Ada pesan yang sangat penting:
Jangan hanya mengingat orang yang pernah menolongmu. Jadilah pula orang yang mampu menolong orang lain.
Dahulu mungkin engkau pernah membutuhkan seseorang yang memberi kesempatan.
Sekarang, ketika engkau sudah mampu, berikan kesempatan kepada orang lain.
Dahulu mungkin engkau membutuhkan seseorang yang mendengarkan keluhanmu.
Sekarang, jadilah orang yang mau mendengarkan mereka yang sedang berjuang.
Dahulu mungkin engkau membutuhkan seseorang yang memberikan sedikit uang untuk bertahan hidup.
Sekarang, ketika Allah telah melapangkan rezekimu, bantulah orang lain tanpa mempermalukannya.
Dahulu mungkin engkau membutuhkan seseorang yang berkata:
"Jangan menyerah."
Sekarang, jadilah orang yang mengatakan kalimat itu kepada seseorang yang sedang hampir menyerah.
Teruskan kebaikan itu.
Karena mungkin orang yang dahulu menolongmu tidak meminta apa-apa darimu.
Mungkin ia hanya berharap kebaikan itu suatu hari diteruskan kepada orang lain.
Jangan Tunggu Kehilangan untuk Menghargai
Ada orang yang baru sadar betapa berharganya seseorang setelah orang itu pergi.
Baru ketika sudah tidak ada, kita mencari.
Baru ketika sudah meninggal, kita mengenang.
Baru ketika tidak bisa bertemu lagi, kita berkata:
"Andai dulu saya lebih sering menghubunginya."
Jangan tunggu kehilangan.
Jika ada orang yang pernah berjasa dalam hidupmu, hargailah sekarang.
Hubungi dia.
Tanyakan kabarnya.
Datangi jika memungkinkan.
Bantu jika dia membutuhkan.
Ucapkan terima kasih.
Dan jangan gengsi mengatakan:
"Saya masih ingat kebaikanmu."
Kadang seseorang tidak membutuhkan balasan besar.
Ia hanya ingin tahu bahwa kebaikan yang pernah ia berikan tidak dilupakan.
Pada Akhirnya, Kita Semua Akan Menjadi Kenangan
Hidup ini singkat.
Jabatan akan berakhir.
Harta akan berpindah.
Rumah akan ditinggalkan.
Kendaraan akan berganti pemilik.
Nama kita perlahan akan dilupakan.
Tetapi kebaikan akan meninggalkan jejak.
Maka jangan terlalu sibuk mengejar keberhasilan sampai lupa menjadi manusia yang tahu berterima kasih.
Jangan terlalu sibuk membangun kehidupan baru sampai melupakan orang-orang yang pernah membantu membangun kita.
Dan jangan pernah merasa malu mengakui:
"Dulu saya pernah ditolong."
Justru itulah tanda bahwa kita tahu bersyukur.
Sebab orang yang benar-benar besar bukanlah orang yang tidak pernah membutuhkan orang lain.
Orang yang besar adalah orang yang ketika sudah mampu, ia tidak melupakan orang-orang yang pernah membantunya ketika ia belum mampu.
Maka, jika hari ini hidupmu sudah lebih baik, tengoklah sebentar ke belakang.
Lihat perjalananmu.
Ingat masa-masa sulitmu.
Ingat siapa yang pernah menggenggam tanganmu.
Ingat siapa yang pernah membuka pintu untukmu.
Ingat siapa yang pernah memberimu kesempatan.
Ingat siapa yang pernah mendoakanmu.
Ingat siapa yang pernah bertahan bersamamu ketika orang lain memilih pergi.
Jangan lupakan mereka.
Bukan karena mereka meminta balasan.
Tetapi karena hati yang tahu berterima kasih adalah tanda bahwa kita masih memiliki kemanusiaan.
Dan jika suatu hari Allah memberikanmu rezeki yang lebih luas, jangan gunakan kelapangan itu untuk melupakan masa lalu.
Gunakanlah untuk menjadi alasan bagi orang lain agar tidak merasa sendirian ketika menghadapi kesulitan.
Karena mungkin suatu hari nanti, seseorang akan mengingat namamu dengan berkata:
"Ketika saya sedang susah, dia pernah membantu saya."
Dan tidak ada warisan yang lebih indah daripada dikenang karena pernah menjadi jalan kebaikan bagi orang lain.
Ingat masa sulitmu.
Ingat siapa yang menolongmu.
Jangan lupakan mereka.
Dan ketika Allah telah membuatmu kuat, jadilah kekuatan bagi orang lain.
Semoga Allah menjaga hati kita dari kesombongan setelah keberhasilan, dari lupa setelah mendapatkan kenikmatan, dan dari tidak tahu berterima kasih kepada orang-orang yang pernah menjadi sebab kebaikan dalam hidup kita.
Sebab hidup bukan hanya tentang seberapa jauh kita berjalan, tetapi juga tentang siapa yang kita ingat ketika akhirnya kita sampai.