uLSN08P13StNRpu8zdLBsXY8k4kNVrJ45iKXYMFb
Bookmark

NASEHAT UNTUK ANAK TERCINTA



Anakku tersayang...

Ayah dan Ibu mungkin tidak selamanya berada di sampingmu. Akan tiba suatu hari ketika tangan yang selama ini menggenggam tanganmu tidak lagi mampu memelukmu. Karena itu, dengarkanlah beberapa nasihat ini selagi kami masih diberi kesempatan untuk menyampaikannya.

Jadilah anak yang baik, bukan hanya ketika dilihat manusia, tetapi juga ketika tidak ada seorang pun yang melihatmu. Ingatlah bahwa Allah selalu mengetahui setiap langkah, perkataan dan perbuatanmu.

Jangan ukur keberhasilan hidup hanya dari banyaknya harta, tingginya jabatan atau kemewahan yang engkau miliki. Ukurlah dari seberapa banyak kebaikan yang mampu engkau berikan kepada orang lain.

Jaga salatmu. Jaga agamamu. Jaga akhlakmu.

Jika suatu hari kehidupan terasa berat, jangan mudah menyerah. Ingatlah bahwa kesulitan bukan berarti Allah meninggalkanmu. Bisa jadi, melalui kesulitan itulah Allah sedang mengajarkanmu menjadi manusia yang lebih kuat dan dewasa.

Anakku...

Hormatilah orang yang lebih tua. Sayangilah saudaramu. Jangan merendahkan orang miskin. Jangan sombong ketika memiliki kelebihan dan jangan malu ketika sedang berada dalam kekurangan.

Jika engkau memiliki ilmu, gunakan untuk membantu. Jika engkau memiliki harta, gunakan untuk berbagi. Jika engkau memiliki kekuasaan, gunakan untuk berlaku adil.

Jangan pernah membalas kejahatan dengan kejahatan.

Tidak semua perbuatan buruk harus dibalas. Terkadang memaafkan adalah bentuk kemenangan terbesar dalam kehidupan.

Pilihlah teman dengan hati-hati. Tidak semua orang yang tersenyum kepadamu benar-benar menginginkan kebaikanmu. Tetapi jangan pula menjadi manusia yang selalu curiga kepada orang lain. Belajarlah mengenali siapa yang mengajakmu menjadi lebih baik dan siapa yang perlahan menjauhkanmu dari kebaikan.

Jika kelak engkau menikah dan membangun keluarga, hargailah pasanganmu. Jangan sakiti orang yang telah memilih berjalan bersamamu. Ingatlah bahwa keluarga bukan tempat untuk menunjukkan siapa yang paling kuat, tetapi tempat untuk saling menguatkan.

Anakku...

Jangan lupakan kami ketika engkau telah berhasil.

Jika suatu hari engkau memiliki rumah yang besar, jangan lupa rumah kecil tempat engkau dahulu tumbuh.

Jika engkau memiliki banyak harta, jangan lupa tangan yang dahulu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhanmu.

Jika engkau telah menjadi orang besar, jangan pernah merasa lebih tinggi daripada orang lain.

Sebab kehidupan selalu berputar.

Hari ini kita berada di atas, esok mungkin berada di bawah. Hari ini kita sehat, esok mungkin membutuhkan pertolongan. Karena itu, tetaplah rendah hati.

Dan satu hal yang paling penting...

Jangan pernah malu menjadi orang baik.

Mungkin kebaikanmu tidak langsung dibalas manusia. Mungkin orang lain tidak menghargainya. Tetapi jangan berhenti berbuat baik hanya karena tidak mendapatkan pujian.

Percayalah, tidak ada kebaikan yang sia-sia di hadapan Allah.

Anakku tercinta...

Jika suatu hari kami tidak lagi berada di dunia ini, jangan jadikan kesedihan sebagai alasan untuk berhenti melangkah.

Lanjutkan hidupmu.

Jadilah manusia yang baik.

Jadilah pribadi yang bermanfaat.

Doakan kami sebagaimana dahulu kami selalu mendoakanmu.

Jika kami pernah salah mendidikmu, maafkan kami.

Jika ada kata-kata kami yang pernah membuatmu terluka, maafkan kami.

Jika dahulu kami terlalu keras kepadamu, ketahuilah bahwa di balik kerasnya nasihat itu ada rasa takut kehilanganmu dan cinta yang mungkin tidak selalu mampu kami ungkapkan.

Kami tidak membutuhkanmu menjadi anak yang sempurna.

Kami hanya ingin melihatmu menjadi manusia yang beriman, berakhlak, bertanggung jawab, mandiri dan bermanfaat bagi sesama.

Itulah keberhasilan yang paling kami banggakan.

Anakku...

Ke mana pun kakimu melangkah, jangan lupakan Allah.

Sebesar apa pun cita-citamu, jangan tinggalkan doa.

Setinggi apa pun kedudukanmu, jangan tinggalkan kerendahan hati.

Dan sebanyak apa pun hartamu, jangan lupa berbagi.

Karena pada akhirnya kita semua akan kembali kepada-Nya.

Jika kelak kami pergi lebih dahulu, jangan katakan bahwa kami benar-benar meninggalkanmu.

Kami akan selalu hidup dalam doa-doa yang pernah kami panjatkan untukmu, dalam nilai-nilai yang kami ajarkan kepadamu, dan dalam kebaikan yang engkau teruskan kepada orang lain.

Jadilah anak yang membuat kami tersenyum di dunia dan menjadi amal jariyah bagi kami setelah kami tiada.

Semoga Allah menjaga langkahmu, menerangi jalanmu, melindungimu dari keburukan, memberikanmu rezeki yang halal, ilmu yang bermanfaat, hati yang lembut, serta kehidupan yang penuh keberkahan.

Anakku, jadilah manusia yang baik.
Karena suatu hari nanti, yang tersisa dari kehidupan kita bukanlah harta yang kita miliki, tetapi kebaikan yang kita tinggalkan.

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar