uLSN08P13StNRpu8zdLBsXY8k4kNVrJ45iKXYMFb
Bookmark

NASIHAT PERGAULAN ANAK MUDA



Pilih Teman, Jaga Kehormatan, Selamatkan Masa Depan

Masa muda adalah masa yang indah. Pada usia muda, seseorang memiliki tenaga, semangat, keberanian, dan banyak impian. Namun, masa muda juga merupakan masa ketika seseorang mudah dipengaruhi oleh lingkungan dan pergaulan.

Tidak sedikit anak muda yang awalnya baik, rajin belajar, menghormati orang tua, dan memiliki cita-cita tinggi, tetapi perlahan berubah karena salah memilih teman.

Awalnya hanya ikut berkumpul.
Kemudian ikut mencoba.
Lalu menjadi kebiasaan.
Dan akhirnya sulit untuk meninggalkan.

Begitulah pergaulan yang buruk bekerja. Ia jarang datang dengan keburukan yang besar sejak awal. Sering kali ia dimulai dari sesuatu yang dianggap kecil.

Karena itu, jangan pernah meremehkan pengaruh teman.

Teman dapat mengangkat, tetapi teman juga dapat menjatuhkan

Dalam kehidupan, kita membutuhkan teman. Tetapi tidak semua teman membawa kita menuju kebaikan.

Ada teman yang ketika kita mulai malas, mengingatkan kita untuk belajar.

Ada teman yang ketika kita mulai salah, berani menegur.

Ada teman yang ketika kita jauh dari agama, mengajak kembali kepada kebaikan.

Ada pula teman yang justru mengajak kita meninggalkan nasihat orang tua, mengejar kesenangan sesaat, dan melakukan sesuatu tanpa memikirkan akibatnya.

Maka jangan hanya bertanya:

“Apakah dia menyenangkan untuk diajak berteman?”

Tetapi tanyakan juga:

“Apakah setelah berteman dengannya, saya menjadi manusia yang lebih baik?”

Itulah pertanyaan yang jauh lebih penting.

Jangan mengikuti teman hanya karena takut dianggap tidak gaul

Anak muda sering menghadapi tekanan dari lingkungan.

“Kalau tidak ikut, nanti dibilang pengecut.”

“Kalau tidak ikut tren, nanti dianggap ketinggalan zaman.”

“Kalau tidak melakukan seperti mereka, nanti tidak punya teman.”

Jangan hidup hanya untuk mendapatkan pengakuan manusia.

Kita tidak harus mengikuti sesuatu hanya karena banyak orang melakukannya.

Berani mengatakan “tidak” ketika sesuatu bertentangan dengan nilai agama, keluarga, hukum, dan masa depan adalah tanda bahwa kita memiliki prinsip.

Lebih baik kehilangan beberapa teman karena mempertahankan kebenaran daripada kehilangan masa depan karena mengikuti mereka.

Jaga pergaulan di dunia nyata dan dunia digital

Zaman telah berubah. Pergaulan tidak lagi hanya terjadi di sekolah, kampus, tempat kerja, atau lingkungan tempat tinggal.

Sekarang pergaulan juga terjadi melalui telepon genggam.

Media sosial mempertemukan seseorang dengan banyak orang yang bahkan tidak pernah ditemuinya secara langsung.

Karena itu, jagalah apa yang kita lihat, dengar, komentari, bagikan, dan ikuti.

Jangan mudah percaya kepada seseorang hanya karena ia terlihat baik di media sosial.

Jangan mudah mengirim foto pribadi.

Jangan mudah memberikan kepercayaan kepada orang yang baru dikenal.

Jangan biarkan komunikasi yang awalnya sederhana berubah menjadi hubungan yang membawa kepada sesuatu yang merusak kehormatan diri.

Ingatlah, sesuatu yang kita kirimkan di dunia digital dapat meninggalkan jejak yang panjang.

Hormati nasihat orang tua

Kadang-kadang anak muda menganggap orang tua terlalu banyak melarang.

Padahal banyak larangan orang tua lahir dari pengalaman dan rasa takut kehilangan anak.

Orang tua mungkin tidak memahami semua perkembangan zaman, tetapi mereka memahami satu hal: mereka ingin anaknya selamat.

Jika ayah atau ibu berkata:

“Jangan berteman dengan orang itu.”

Jangan langsung marah.

Dengarkan dahulu alasannya.

Jika mereka berkata:

“Jangan pulang terlalu malam.”

Jangan langsung menganggap mereka tidak memahami kebebasan.

Bisa jadi ada kekhawatiran yang lahir dari kasih sayang.

Tidak semua nasihat orang tua menyenangkan untuk didengar, tetapi sering kali nasihat yang paling tidak menyenangkan justru menjadi nasihat yang paling menyelamatkan.

Jangan tukarkan masa depan dengan kesenangan sesaat

Masa depan tidak dibangun dalam satu malam.

Cita-cita membutuhkan pendidikan.

Kesuksesan membutuhkan kerja keras.

Kehormatan membutuhkan kejujuran.

Keluarga yang bahagia membutuhkan tanggung jawab.

Karena itu, jangan menghancurkan semuanya hanya demi kesenangan sesaat.

Jangan biarkan satu malam mengubah masa depan.

Jangan biarkan satu pertemanan menghancurkan kepercayaan keluarga.

Jangan biarkan satu keputusan yang terburu-buru menjadi penyesalan bertahun-tahun.

Berpikirlah sebelum bertindak.

Tanyakan kepada diri sendiri:

“Jika orang tua saya mengetahui apa yang saya lakukan, apakah saya masih berani mempertanggungjawabkannya?”

Jika jawabannya tidak, mungkin sudah waktunya kita berhenti dan berpikir kembali.

Sahabat sejati tidak akan menyeret kita kepada kehancuran

Sahabat sejati tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan.

Terkadang ia justru membuat kita kecewa karena mengatakan kebenaran.

Ia tidak akan membiarkan kita melakukan kesalahan tanpa peringatan.

Ia tidak akan memanfaatkan kelemahan kita.

Ia tidak akan menjadikan rahasia kita sebagai bahan untuk mempermalukan kita.

Ia tidak akan mengajak kita melakukan sesuatu yang dapat menghancurkan nama baik dan masa depan.

Sahabat yang baik mungkin tidak selalu berada di samping kita, tetapi nasihat baiknya tetap hidup dalam hati kita.

Jadilah teman yang baik bagi orang lain

Jangan hanya sibuk mencari teman yang baik.

Tanyakan juga kepada diri sendiri:

“Apakah saya sudah menjadi teman yang baik?”

Jangan menjadi orang yang mengajak teman kepada keburukan.

Jangan menjadi orang yang membocorkan rahasia.

Jangan memanfaatkan kelemahan teman.

Jangan menertawakan kegagalan orang lain.

Jangan meninggalkan teman ketika ia sedang berada dalam kesulitan.

Jika kita ingin memiliki teman yang baik, mulailah dengan menjadi manusia yang baik.

Dekat dengan orang baik, tetapi tetap memiliki prinsip

Bergaullah dengan banyak orang.

Hormati semua orang.

Berbuat baik kepada siapa saja.

Tetapi jangan kehilangan prinsip hanya karena ingin diterima.

Kita boleh ramah tanpa harus mengikuti semua perilaku orang lain.

Kita boleh berteman tanpa harus meniru semua kebiasaannya.

Kita boleh menghormati seseorang tanpa harus membenarkan kesalahannya.

Inilah kedewasaan dalam pergaulan.

Jadikan agama sebagai pedoman

Dalam kehidupan, manusia membutuhkan pedoman agar tidak mudah terseret keadaan.

Bagi seorang Muslim, agama menjadi salah satu dasar untuk menentukan mana yang patut dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan.

Pergaulan hendaknya membawa kita semakin dekat kepada Allah, semakin menghormati orang tua, semakin bertanggung jawab, dan semakin menjaga kehormatan diri.

Jangan sampai kita mencari kebahagiaan dengan cara yang akhirnya membuat hati gelisah.

Kesenangan yang sebentar tidak sebanding dengan penyesalan yang panjang.

Penutup

Wahai anak muda, masa mudamu tidak akan kembali.

Gunakan waktumu untuk belajar.

Gunakan tenagamu untuk bekerja dan berkarya.

Gunakan pertemananmu untuk saling menguatkan.

Jangan habiskan masa muda hanya untuk mengejar pengakuan manusia.

Pilih teman yang mampu mengingatkan ketika engkau salah.

Dekati orang yang membuatmu ingin menjadi lebih baik.

Jauhi lingkungan yang perlahan menghancurkan prinsip dan masa depanmu.

Ingatlah:

Teman yang baik tidak selalu membuat hidup kita mudah, tetapi ia membantu kita tetap berada di jalan yang benar.

Dan ketika suatu hari nanti kita melihat kembali perjalanan hidup, semoga kita tidak berkata:

“Seandainya dahulu saya tidak mengikuti mereka.”

Tetapi kita dapat berkata:

“Alhamdulillah, dahulu saya memilih lingkungan yang baik, sehingga saya tidak kehilangan masa depan.”

Jagalah pergaulanmu.
Jagalah kehormatanmu.
Jagalah keluargamu.
Jagalah agamamu.
Karena masa depanmu sedang dibentuk oleh pilihan-pilihan yang kamu lakukan hari ini.

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar