PESAN UNTUK SAHABAT SEBELUM MENINGGAL
Sahabatku...
Jika suatu hari nanti engkau mendengar kabar bahwa aku telah pergi untuk selamanya, jangan terlalu lama menangis untukku. Ingatlah aku dalam doa, karena mungkin saat itu aku tidak lagi membutuhkan apa pun dari dunia ini selain ampunan Allah dan doa dari orang-orang yang pernah menyayangiku.
Kita tidak pernah tahu siapa di antara kita yang akan lebih dahulu dipanggil pulang.
Hari ini kita masih bisa berbicara, tertawa, duduk bersama dan saling bercerita tentang kehidupan. Tetapi tidak ada yang menjamin bahwa esok kita masih memiliki kesempatan yang sama.
Karena itu, sebelum waktu memisahkan kita, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.
Maafkan aku.
Maaf atas perkataan yang pernah menyakitimu.
Maaf atas sikap yang pernah mengecewakanmu.
Maaf jika pernah ada janji yang belum kutepati.
Maaf jika pernah ada amanah yang belum kuselesaikan.
Dan maaf atas segala kesalahan yang mungkin tidak pernah sempat aku sadari.
Jika ada hakmu yang masih menjadi tanggunganku, ingatkan aku selagi aku masih hidup. Jangan biarkan urusan dunia menjadi beban yang kubawa ketika menghadap Allah.
Sahabatku...
Jangan menunggu seseorang meninggal untuk mengatakan bahwa engkau menyayanginya.
Jangan menunggu kehilangan untuk menghargai kehadirannya.
Jangan menunggu perpisahan untuk meminta maaf.
Karena kematian tidak pernah mengirimkan undangan. Ia datang ketika waktunya telah tiba.
Jika suatu hari aku lebih dahulu pergi, jangan hanya mengingat kesalahanku. Ingatlah juga tawa kita, perjuangan kita, kebaikan yang pernah kita lakukan bersama, dan masa-masa ketika kita saling menguatkan saat kehidupan terasa berat.
Dan jika engkau menangis karena kepergianku, menangislah sebentar. Setelah itu, angkat tanganmu dan berdoalah:
“Ya Allah, ampuni sahabatku. Ampuni segala dosa dan kekhilafannya. Terima amal baiknya, lapangkan kuburnya, terangi tempat peristirahatannya, dan tempatkanlah ia bersama orang-orang yang Engkau cintai.”
Itulah hadiah yang paling berharga untukku ketika aku sudah tidak mampu lagi membalas kebaikanmu.
Sahabat...
Kita terlalu sering mengejar dunia seolah-olah kita akan hidup selamanya. Kita mengejar harta, jabatan, pujian dan kesenangan, sementara waktu terus berjalan tanpa pernah kembali.
Pada akhirnya, rumah yang kita bangun akan ditinggalkan. Harta yang kita kumpulkan akan diwariskan. Jabatan akan digantikan. Nama kita perlahan mungkin dilupakan.
Tetapi amal kebaikan akan menjadi bekal.
Maka sebelum terlambat, mari kita perbaiki hubungan dengan Allah.
Mari kita saling memaafkan.
Mari kita tinggalkan permusuhan.
Mari kita gunakan sisa usia untuk berbuat baik kepada keluarga, sahabat dan sesama manusia.
Karena mungkin pertemuan kita hari ini adalah pertemuan terakhir yang tidak kita sadari.
Sahabatku, jika aku pergi lebih dahulu... jangan katakan aku telah benar-benar hilang.
Kenanglah aku dalam doa.
Jika pernah ada kebaikanku, lanjutkanlah kebaikan itu.
Jika pernah ada kesalahanku, maafkanlah.
Jika pernah ada perkataanku yang melukai hatimu, lepaskanlah.
Dan jika suatu hari engkau berdiri di hadapan pusaraku, jangan bawa dendam.
Bawalah doa.
Sebab kita semua sedang berjalan menuju tempat yang sama.
Hanya waktunya yang berbeda.
Semoga ketika waktuku tiba, Allah memanggilku dalam keadaan beriman, mengampuni segala dosa, menerima amal ibadah, dan mempertemukan kita kembali di tempat yang tidak ada lagi perpisahan.
Untuk sahabatku...
Mari berdamai sebelum terlambat.
Mari saling memaafkan sebelum berpisah.
Mari memperbanyak kebaikan sebelum dipanggil pulang.
Karena bisa jadi...
hari ini adalah kesempatan terakhir yang Allah berikan kepada kita untuk memperbaiki semuanya.
Azhari
Penulis