AYAH, PERGI SELAMANYA, KAMI RINDU
Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat
... menit baca
*Ketika seorang ayah pergi untuk selamanya, ada bagian dari kehidupan yang tidak akan pernah sama lagi.*
Ayah, kini engkau telah pergi meninggalkan kami. Tak ada lagi suara yang bisa kami dengar setiap hari, tak ada lagi tangan yang bisa kami genggam, dan tak ada lagi pelukan hangat yang dahulu membuat hati kami merasa aman.
Kepergianmu meninggalkan ruang kosong yang tak mampu diisi oleh siapa pun. Rumah mungkin masih berdiri seperti dahulu, hari-hari tetap berjalan, dan matahari masih terbit setiap pagi. Namun, bagi kami, ada sesuatu yang telah hilang: sosok ayah yang begitu berarti dalam kehidupan kami.
Ayah, kami rindu.
Rindu nasihatmu, rindu teguranmu, rindu senyummu, bahkan rindu hal-hal kecil yang dahulu mungkin tidak pernah kami sadari betapa berharganya. Kini, ketika ingin bercerita, kami hanya bisa menatap fotomu. Ketika ingin meminta nasihat, kami hanya mampu mengenang kata-katamu.
Betapa sering manusia baru menyadari besarnya arti seseorang setelah kehilangan. Dahulu, mungkin kami menganggap kebersamaan sebagai sesuatu yang biasa. Kami tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari nanti, kata *Ayah* hanya bisa kami ucapkan dalam doa dan kenangan.
Ayah, maafkan kami jika semasa hidupmu masih ada kata-kata yang menyakitkan, sikap yang mengecewakan, atau kewajiban yang belum sempat kami tunaikan. Seandainya waktu dapat diputar kembali, ingin rasanya kami memelukmu lebih lama, mendengarkan ceritamu lebih banyak, dan mengucapkan terima kasih berkali-kali.
Namun, kematian mengajarkan bahwa tidak semua yang kita cintai dapat kita miliki selamanya. Ada pertemuan yang harus berakhir, ada pelukan yang menjadi kenangan, dan ada rindu yang hanya bisa disampaikan melalui doa.
**Ayah, engkau memang telah pergi dari dunia ini, tetapi kasih sayangmu tidak akan pernah pergi dari hati kami.**
Kami akan terus mengingat perjuanganmu, menyimpan nasihatmu, dan berusaha menjadi anak-anak yang dapat menjaga nama baikmu. Semoga setiap kebaikan yang pernah engkau tanam menjadi cahaya dalam perjalananmu menghadap Allah SWT.
Ya Allah, ampunilah dosa ayah kami, lapangkanlah kuburnya, terangilah tempat peristirahatannya, terimalah segala amal ibadahnya, dan tempatkanlah ia di tempat terbaik di sisi-Mu.
Ayah, jika rindu ini tak lagi bisa sampai melalui suara, biarlah doa kami menjadi penghubungnya.
**Selamat jalan, Ayah.**
Kami merindukanmu hari ini, esok, dan pada hari-hari yang akan datang. Sampai tiba waktunya, semoga Allah mempertemukan kita kembali dalam surga-Nya.
*Al-Fatihah untuk Ayah yang telah pergi selamanya, tetapi tak pernah benar-benar hilang dari hati kami.*
Sebelumnya
...
Berikutnya
...