uLSN08P13StNRpu8zdLBsXY8k4kNVrJ45iKXYMFb
Bookmark

KAMAR YANG MEWAH PADA AKHIRNYA AKAN HILANG




Oleh: Azhari, S.Sy., M.H.

Kita sering menghabiskan waktu untuk membangun rumah yang megah, menghias kamar dengan kemewahan, membeli tempat tidur yang nyaman, serta mengumpulkan harta agar kehidupan terasa sempurna.

Namun, pernahkah kita merenung sejenak?

Bahwa suatu hari nanti, kamar yang mewah itu akan kita tinggalkan. Tempat tidur yang empuk tidak lagi kita rasakan. Lampu yang indah tidak lagi menerangi malam kita. Rumah yang kita banggakan akan tetap berdiri, sementara kita akan pergi meninggalkan dunia.

Pada akhirnya, manusia tidak membawa kasur, lemari, kendaraan, jabatan, ataupun kekayaan ke dalam kuburnya.

Kita datang ke dunia tanpa membawa apa-apa, dan kita akan kembali tanpa membawa harta dunia. Yang kita harapkan adalah rahmat Allah dan amal kebaikan yang pernah kita lakukan.

Kehidupan ini bukan melarang kita memiliki rumah mewah atau menikmati rezeki yang berlimpah. Kekayaan bukanlah kesalahan selama diperoleh dengan cara yang halal dan digunakan untuk kebaikan.

Namun, jangan sampai kita terlalu sibuk memperindah kamar, tetapi lupa memperindah hati. Jangan sampai kita rajin membersihkan rumah, tetapi lupa membersihkan diri dari kesombongan, kebencian, dan kezaliman.

Jangan sampai kita menyiapkan tempat tidur yang nyaman, tetapi melupakan persiapan untuk kehidupan akhirat.

Ingatlah, kematian tidak pernah bertanya seberapa mahal rumah kita, seberapa tinggi jabatan kita, atau seberapa banyak harta yang kita miliki.

Kematian mengingatkan kita bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara.

Maka, selagi masih diberi kesempatan bernapas, berbuatlah baik kepada orang tua, sayangilah istri dan anak-anak, bantulah orang yang membutuhkan, jagalah salat, serta jangan mengambil hak orang lain.

Sebab, ketika mata terpejam untuk selamanya, yang tertinggal hanyalah kenangan, doa orang-orang yang mencintai kita, dan amal yang telah kita kerjakan.

Kamar mewah akan kita tinggalkan, rumah megah akan menjadi milik orang lain, tetapi amal kebaikan semoga menjadi bekal menuju kehidupan abadi.

Ya Allah, jangan jadikan kami hamba yang hanya sibuk memperindah dunia, tetapi lupa mempersiapkan akhirat.

Berikanlah kami rezeki yang halal, hati yang bersyukur, keluarga yang saling menyayangi, dan akhir kehidupan yang husnulkhatimah.

Karena pada akhirnya, bukan kemewahan kamar yang menentukan kebahagiaan abadi, melainkan rahmat Allah dan amal ibadah yang kita bawa.

آمِين ÙŠَا رَبَّ الْعَالَÙ…ِينَ 🤲

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar