MATA AIR DAN AIR MATA SAAT KITA BUTUH
Ada dua hal yang sering baru kita sadari nilainya ketika kita benar-benar membutuhkan: mata air dan air mata.
Mata air memberikan kehidupan kepada banyak orang. Ia mengalir tanpa banyak bicara, memberi air untuk minum, memasak, bertani, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sering kali manusia baru menyadari betapa berharganya mata air ketika airnya mulai mengering.
Begitu pula air mata. Ia adalah bahasa hati ketika kata-kata tidak lagi mampu menjelaskan rasa. Saat bahagia, sedih, kehilangan, kecewa, atau sedang menghadapi ujian kehidupan, air mata menjadi saksi bahwa manusia memiliki perasaan dan keterbatasan.
Mata air menghidupi tubuh, sementara air mata terkadang melegakan jiwa.
Karena itu, jangan tunggu mata air mengering baru kita menjaganya. Jangan pula menunggu air mata jatuh baru kita menghargai seseorang yang sedang berjuang.
Rawatlah sumber air sebelum kita membutuhkannya. Jagalah lingkungan sebelum kerusakan menjadi bencana. Dan hargailah orang-orang di sekitar kita sebelum kehadiran mereka berubah menjadi kenangan.
Kehidupan mengajarkan kita bahwa sesuatu yang sederhana sering kali menjadi sangat berharga ketika ia tidak lagi ada.
Jaga mata air untuk kehidupan.
Jaga hati agar tidak mudah membuat orang lain meneteskan air mata.
Sebab suatu hari nanti, kita semua akan membutuhkan air untuk hidup dan membutuhkan seseorang untuk menguatkan hati.
“Mata air memberi kehidupan kepada bumi, air mata mengingatkan manusia bahwa hidup harus dijalani dengan hati.”