Penyesalan Hidup Ketika Salat Tidak Teratur
Ada masa ketika manusia terlalu sibuk mengejar dunia hingga lupa bahwa hidup ini sementara. Kita sibuk mencari uang, mengejar jabatan, membangun usaha, dan memenuhi keinginan, tetapi terkadang kewajiban kepada Allah SWT justru kita abaikan.
Salat yang seharusnya menjadi tiang kehidupan sering kali ditunda. Ketika azan berkumandang, kita masih sibuk dengan pekerjaan. Ketika waktu salat tiba, kita merasa masih memiliki banyak waktu. Bahkan, ada yang baru mengingat Allah ketika sedang menghadapi kesulitan, kehilangan, atau musibah.
Penyesalan terbesar bukan hanya ketika kita kehilangan sesuatu di dunia, tetapi ketika kita menyadari bahwa waktu untuk memperbaiki diri telah banyak terbuang.
Kita tidak pernah tahu berapa lama lagi usia yang Allah berikan. Hari ini kita masih bisa berdiri untuk menunaikan salat, masih bisa bersujud, dan masih bisa memohon ampun. Namun, tidak ada seorang pun yang dapat memastikan apakah esok hari kesempatan itu masih menjadi milik kita.
Jangan menunggu hati menjadi gelisah untuk kembali kepada Allah. Jangan menunggu sakit untuk merindukan sehat. Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya waktu. Dan jangan menunggu usia senja untuk mulai menjaga salat.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-'Ankabut ayat 45 bahwa salat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Salat bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk ketaatan, pengingat akan tujuan hidup, dan kesempatan bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Penciptanya.
Jika selama ini salat kita belum teratur, jangan berputus asa. Mulailah memperbaiki diri hari ini. Jaga salat lima waktu, usahakan tepat waktu, dan ajak keluarga untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.
Jangan sampai kita begitu takut kehilangan dunia, tetapi tidak merasa takut ketika kehilangan kesempatan untuk mendekat kepada Allah.
Pada akhirnya, dunia akan kita tinggalkan. Harta, jabatan, dan popularitas tidak akan selamanya bersama kita. Karena itu, sebelum penyesalan datang, mari benahi salat dan perbaiki hubungan kita dengan Allah SWT.
Semoga Allah mengampuni kelalaian kita, menguatkan hati kita untuk istiqamah dalam salat, serta mengaruniakan husnul khatimah. Amin ya Rabbal 'alamin.
Pesan penutup: Jangan tunggu menjadi manusia yang sempurna untuk mulai salat. Mulailah salat dengan sungguh-sungguh agar Allah membimbing kita menjadi pribadi yang lebih baik.