-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Antara pacaran dan Petaka

Saturday, June 8, 2019 | 23:16 WIB Last Updated 2019-06-08T16:21:35Z

Diskusi pagi di lebaran ke 4 antara nikah dan pacaran hingga hasil yang kami simpulkan bahwa gadis melenial di tipu oleh pemuda yang melenium yang sudah moderisasi untuk melenial yang mampu membuat gadis larut dalam asmara hingga menyerahkan mahkota walau bukan suami iming kasih saya dan cinta lupa akan tjanji ALLAH antara jodoh dan tidak sehingga tidak ada batasan saat asmara di jalani hingga penyesalan terjadi saat di putuskan sang pacar.memang ini tidak semua yang merasakan tapi ini perlu pelajaran untuk semua agar tidak salah menjalani pergaulan di akhir zaman,

secara analisis sedikit keluarga yang peduli dalam kondidi sosial saat ini ,hingga anak haram terjadi faktor pacaran yang muslihat di depan orang tuan seolah perbuatan yang salah benar di jadikan adat di akhir zaman,berkaca pada masa lalu jauh beda moral dan etika para generasi , saat ini generasi yang berani curhat masalah pacar pada orang tua seolah tidak pacaran tidak ada calon suami dam istri dan ini perbutan benar.
hingga kondisi ini perlu perhatian kita semua pihak untuk melahirkan syariat islam di negeri ini walau satu kata sering di degar bahwa bukan anak kita ,ibunya saja tidak melarang untuk apa kita peduli ,biar di rasakan saat jera akan sadar,ini bahasa yang salah yang harus kita robah pola pikir di kalanngan masyarakat untuk menjadikan negeri yang bersyariaat secara kaffah.
faktor mendekatkan diri pada zina bayak hinggga hukum Alllah di kesampingkan demi mencari kebenaran sesuai keinginan dan kemauan kebutuhan maka dalam hal ini perlu perubahan ke masa akan datang demi marwah negeri .keluarga dan keturunan,mungkin hari ini belum kita yang rasakan tapi bangsa ini perlu kita wariskan pada generasi yag benar.dan ingat jodoh itu sudah Allah atur sejauh mana kita pacara apabila bukan milik kita maka tidak akan bersama ,maka jangan korbankan diri untuk orang yang salah kebayakan asmara untuk kepuasan yang gratis tampa perlu modal hingga korban satu pihak.
ingatlah yang merusak negeri ini adalah bangsa sendiri baik dan buruk negeri ini ada pada generasi maka kontrol isi negeri ini perlu bersama untuk menyelamatkan 30 tahun ke depan,agar budaya yang salah bisa hilang degan konsep besama menjaga marwah keluarga dan bngsa sendiri mulai dari desa.

penulis

Azhari Ss,y

×
Berita Terbaru Update