-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

14 Tahun damai Aceh, untuk siapa

Friday, August 16, 2019 | 19:23 WIB Last Updated 2019-08-20T12:00:47Z
Aceh penuh sejara dimana ,sejarah masa lalu dari generasi merasakan pedih dan susah kini generasi merasakan aman dan damai cuman beda waktu dan masa saja yang berbalut warna demi cahaya ,sedikit kesadaran dalam perjalanan untuk renungan dalam perobahan.
Bila berkaca dari sejarah di belakang,
peradaban baru harus lahir dari pemimpin hari ini di dalam pradikma politik untuk menyelamatkan dari pengkhianatan yang sama,tampa mehilangkan rasa persatuan dan kekompakan semua pasti bisa,dulu berdayung bersama di setiap lorong dan jalan mengarugi lautan dn berjalan di pergunungan demi satu kata untuk keadilan.
Semua hari ini terjawab dari setiap tetesan darah yang hilang nyawang yang melanyang demi marwah bangsa yang mulia di atas bangsa -bangsa namun harapan itu hilang dan banyak yang kecewa tidak sesuai haraapan karena permainan oknum perusak bangsa sendiri hingga bumerang tarjadi bagi sesama,maka saatnya refleksi perdamaian ini untuk selalu kiita syukur pada Allah SWT menuju masyarakaat adil makmur yang di ridhai oleh Allah SWT.
Bila hari ini masih dalam menjatuhkan sesama maka suatu ketika perdamaian ini akan jadi sejarah kembaali seperi masa silam,maka dari itu masyarakat  aceh harus bersama mengawal UUPA  dan juga pemerintah aceh harus serius dalam merealisasi poin poin Mou Helsingki demi aceh yang jaya masyarakat sejahtera,sudah saatnya di umur 14 tahun perdamaian Aceh ini pemerintah aceh harus bergagas lebih serius dalam mengurus masalah sosial masyaraakat ,ekonomi,lapangan kerja,pertanian ,nelayan dan lainya demi.
Dari setiap persoalan hari ini lahir  bergelonjak perpecahan karena uang dan jabatan maka hari ini berfikirlah untuk orang banyak bukan untuk kelompok dan pribadi saja,banyak masyarakat miskin hari ini berderai air mata tidur dalam hujan,makan masih ada yang tidak,kesehatan masyarakat duafa  masih belum terealisasi tersentuh semua sedangkan Aceh punya otonomi khusus uang berlimpah tiap tahun.
Hari ini sudah saatnya semua elemen berfikir untuk masyarakat miskin, sudah cukup di musim politik mengemis suara pada rakyat sesudah di perlemen lupa padanya,yang lalu biar lah berlalu kini kita satukan barisan di momentum 14 tahun pedamain Aceh merajut perubahan ke arah yang lebih baik  di masa akan datang,sudah cukup mengatasnama rakyat saatnya berbuat sesuai kata dan realita untuk rakyat.
Memang persoalan kemiskinan tidak bisa langsung di atasi hilang namun untuk mangatasi perlu keseriusan dalam gagasan bukan hanya sekedar memberi bantua udah itu  selesai hilang namun perlu pembinaan baik segi ekonomi demi mendapat kehidupan yang lanyak ,bukan sebatas seremonial namun inilah problematika untuk di kai ulang kemana arah kemiskinan di aceh bisa di turungkan,yang bagus program silahkan di lanjutkan maka rasa ke jujuran dan kepercayaan inilah harus benar-benar di pergunakaan yang sudah di berikan Rakyat.
Semoga saja perdamaian ini bukan hanya simbol memperkaya oknum pribadi dan cari jabataan namun introveksi diri perlu bahwa perdamaian ini lahir dari perjuangan yang panjang,proses yang pedih yang mengorbankan banyak orang demi satu kata masyarakat sejahtera ,adil makmur dan mudah beribadah dalam bingkai hukum ALLAH SWT .momen perdamaian ini tidak akan abadi bila tidak kita jaga bersama begitu juga otsus ini tidak akan selamanya akan berakhir bila kesempatan ini kita lewatkan,  maka gerakan - gerakan baru akan lahir memberontak menuntut keadilan dan kesejahteraan pada pemerintah sendiri.
Kemerdekaan Aceh memang masih belum tercapai sesuai impian namun memerdekakan rakyaat sudah sepatutnya di jalankan di pemerintahan sediri yang dulu kita berkoarkoar di atur oleh orng lain kini di tangan bangsa sendiri 14 tahun sudah apa gerakan perubahan yaang fakta daan bagaimana hasil yng di rasakan masyaraakat,memang pasca MOU Helsingki ada sedikit banyak perubahan taapi sayang masih besar harapan dan impian merasakan keadilan belum terwujud di plosok desa dengan anggaran triliun naamun masyaraakat masih menjerit dalam kemiskinan.
Berbicara Aceh bukan hal mudah untuk di sampaikan tapi lebih indah konsep pembagunaan yang merakyat perlu segera di jalankan agar saat otsus habis maka masyarakat bisa mandiri pemerintahan maju di masa akan datang,maka semuanya kembalikan kedaulatan rakyat  agar aceh bisa bersaing di nasional dan internasional dari semua lini,momen inilah sudah waktunya aceh merdeka dari jajahan yang sistematis dari masa ke masa.
Bukan tidak mungkin Aceh berdiri sendiri jadi negara tapi  bila seperti hari ini sampai kapanpun kita akan di permainkan oleh elit politik tertentu demi kepuasan dan jabataan hingga mengorbankan orang lain ,semoga saja dari masa ke masa kita bisa belajar bahwa jangan buta politik dan di jurumuskan oleh oknum pemain politik dan masyarakaat aceh harus pandai dalam politik demi kesenambungan antara impian dan harapan.
Maka pernusuhan dan perpecahaan sudah saatnya kita satukan kembali dalam pesatuan dan kesatuan demi memperjuangkan hak rakyat yang masih tertindas,bila larut dalam persoalan maka semua akan korban,disinilah modal awal kita bangun dalam ukhuwah hingga apaa yang terencana bisa berjalan sukses,kita doakan para syuhada yang telah kembaali pada ALLAH di ampuni segala doa dan di tempatkan dalam syurga dan pada keluarga yang tinggalkan agar selalu tabah dan sabar kita yang masih hidup mari kita peduli padaa mareka,perjuangan mareka untuk damai ini harus kita kenang dan kita ingat.dengan izin ALLAH SWT perdamainya ini masih bertahan dan kita rasakan.
Semoga tulisan ini berguna untuk perubahan,mohon maaf bila ada yang tersinggung
Penulis
Azhari Ss,y
Ketua GPPM
Mahasiswa pasca sarjana IAIN Lhokseumawe