-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Arus Glombalisasi politik yang menghacurkan Rakyat

Sunday, January 12, 2020 | 13:39 WIB Last Updated 2020-01-12T06:39:27Z
Hari berganti,tahun bersilih masa dimana fakta dan realita itu berbeda di sanalah guru-guru berkata  dalam silaturrahmi,di mana masa harus terus berpacu belajar dan menggali peguatan kepasitas diri agar tidak termafaatkan dan di mafaatkan dalam jurang politik demi kepentingan pribadi dan kelompok atas nama rakyat.

Mencoba mengali dan analisis  Oknum Pemain politik yang penuh tipu daya ,ketika kerja itu bersama namun sukses bersama keluarga ,inilah zaman penipuan di mana bangsa terwarisi dan di tagisi idealisme yang hilang ,kepandaian dan panutan bukan satu arah tapi keuangan penentuan arah didukung bisikan ,kelebihan bukan satu ukuran dalam pegetahuan tapi kedekatan itulah persaudaraan saat kemenangan.

Politik perlu alur dan skenario namun arah politik bisa memakan pemain politik dan menghancurkan aktor karena faktor, bermain politik bukan dekat dengan peguasa saja tapi perlu mendengarkan aspirasi rakyat dan tim pekerja.

Hilangnya aktor politik karena ambisi keluarga,kelompok untuk tahta dan harta maka korbanlah  secara masa, merawat tim memang susah apalagi mencampakkan tim sagat mudah hingga doa doa yang terzalimi merambah petaka di kemudian hari.

Bermain politik jangan lah habis-habisan dalam memperjuangkan tuan, namun saat menang semua sirna tanpa di hiraukan , sedikit tuan peduli tim ,kebanyakan tuan mafaatkan tim,inilah zaman pendidikan politik perlu di laksanakan agar rakyat tidak di korbankan.

Semoga kita semua memahami sedikit gerakan arus politik di era teknologi,menjadi inspirasi memperjuangkan hak rakyat melawan kedhaliman menuntut keadilan .

Maka bersyukur dan ikhlas bila saling menguatkan saat berpolitik ,yang baik di dukung yang salah di kritik yang kurang di sempurnakan karena politik ada ambisi yang di mainkan ada penghianat yang berjalan ,ada bisikan yang menghancurkan.

Dunia politik hancur karena pemain oknum politik,jatuhnya pemaina politik karena tim yang berpolitik,tidak ada arah yang indah dalam permainan bila ada ku'eh satu sama lain dalam tim.

Arus pemikiran dan arus politik bisa bertentangan namun arus ukhuwah akan hancur saat irama dan nada permaian yang tidak seteril, jangan lihat orang kecil karena miskin tapi lihatlah yang kecil karena ilmu dan pengalaman.

Berguru bukan berburu ,sunyinya bangsa karena di ampit skenario,diamnya suatu gerakan karena buruknya pemandangan dan pelayanan.

Maka pergunakan amanah dan jabatan pada hak dan tujuan ,karena kehancuran akan datang bila tidak mampu memahami dan mengayomi rakyat dan pekerja.

Pisikologi politik berbeda dengan pandangan politik ,pekerja politik berbeda dengan relawan politik, keuntungan politik beda dengan penikmat politik,jasa politik beda dengan jasa sosial, korban politik beda dengan korban perang, karena hukum alam politik lebih besar resiko dari pada hukum penjara.

Maka hati -hati dalam politik karena tidak semua teman itu kawan,karena teman bisa jadi lawan,dan lawan bisa jadi kawan.tidak semua saudara itu kaya,tidak semua yang kaya bisa jadi saudara,hidup akan berputar permainan akan berganti maka berjalanlah sesuai jati diri dan kaidah hukum bila tidak akan hadir bumerang bagi aktor politik.

Menjaga yang ada lebih susah dari pada membina yang baru, satu hal ingat jasa rakyat karena wakil rakyat,doa rakyat fakta ,tindakan rakyat luar biasa.

Semoga wakil rakyat tidak lupa pada rakyat,berjuang untuk rakyat walau harus berkorban

Bersambung