uLSN08P13StNRpu8zdLBsXY8k4kNVrJ45iKXYMFb
Bookmark

Buah Asmara Yang Pahit

Tidak akan datang ketika pergi, tidak akan kembali bila berdusta, ketika cinta ingin bersemi satukan hati tidak bersandiwara, ketika kurang saling menutupi ketia satu hati seling menerima.

Lebih di sini kurang di situ inilah daku sebagai manusia, bijak berjalan mengukir nasib tidak mengungkip perjuangan kelam. 

Sanak asmara sudah berbelit sanak impian kini terudupin.

Karya

Anak desa
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar