-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bantuan Kesulthanan Acheh Kepada Khalifah Saat Perang Utsmaniyah Vs Russia

Thursday, July 22, 2021 | 22:29 WIB Last Updated 2021-07-22T15:29:47Z

 pada tahun 1853, terjadi perang besar antara Turki Usmani dengan beberapa negara melawan Rusia. Perang itu dikenal dengan perang Crimea. Perang panjang ini menelan korban ratusan ribu tentara dari kedua belah pihak.

Tokoh Florence Nightingale, pelopor perawat dunia, muncul dan terkenal dalam perang ini. Leo Tolstoy sempat merekam pahitnya perang ini dan kejadian pengepungan kota Sevastopol (Siege of Sevastopol) disusun dalam karya berjudul The Sebastopol Sketches,

Perang besar tersebut ternyata mempunyai hubungan dengan Kerajaan Aceh Darussalam pada masa itu. Aceh disebut-sebut juga terlibat dalam perang Crimea bersama Kerajaan Inggris, Kerajaan Sardinia, dan Prancis.

"Ketika perang Crimea dimulai pada 1853, Sultan Alauddin Ibrahim Mansur Syah, Sultan Aceh yang memerintah secara de facto dari 1838, dan secara formal dari 1857 sampai 1870, mengirimkan bantuan kepada Sultan Abdul Medjit dari Turki sebesar 10.000 Dollar Spanyol. Ini merupakan bentuk dukungan dan sokongan rakyat Aceh kepada Turki,"

Bantuan yang diberikan oleh Kerajaan Aceh Darussalam ini memperkuat hubungan antara Khilafah dan Achéh Darussalam. Aceh yang menjadi negara Islam terbesar di Selat Malaka, diperkenankan mengibarkan bendera Khilafah Utsmaniyah di setiap kapal dagang dan armada perangnya. Selain itu, Aceh juga mendapat bintang atau penghargaan tertinggi yang disebut Mejidie oleh Khilafah Utsmaniyah.

Kisah perang Crimea ini kemudian disebar melalui syair dan hikayat yang membangkitkan semangat dukungan kepada khilafah Utsmaniyah. hikayat yang menyebutkan peranan Aceh dalam perang Crimea. Mengenai hal itu juga disebutkan dalam buku Memetakan Masa Lalu Aceh yang ditulis oleh Anthony Reid, R. Michaelle Feener, dan Patrick Daly,

Referensi lainnya yang menyebutkan peranan Aceh dalam membantu Turki juga bisa dilihat dalam Hikayat Meukuta Alam. "Disertasi Imran T Abdullah"

atas peranannya tersebut yang membuat Aceh turut disegani oleh kekuatan Eropa, Turki memiliki jaringan yang kuat dan disegani oleh dunia pada masa itu. Aceh menjadi salah satu bagiannya yang menyebabkan negara-negara barat tidak bisa mencaplok kerajaan ini.