-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Diantara Strategi merebut politik dari tangan penjahat politik

Monday, November 15, 2021 | 00:18 WIB Last Updated 2021-11-14T17:18:18Z


Politik dalam pandangan banyak orang awam adalah kontor, dan para elit politik adalah pembohong karena dari pilkada demi pilkada, dari pemilu demi pemilu dari orde lama sampai orde baru, dari reformasi sampai era Jokowi politik selalu dikuasai oleh manyoritas penjahat, sehingga hilanglah kepercayaan masyarakat kepada partai politik dan elit politik. 

Pada tgl 10 sampai 11 November 2021 berkumpullah Lebih kurang 400 orang dari   Ulama muda dan Ulama tua serta tokoh tokoh di gedung Hj Yusriah untuk memikirkan agar perpolitikan  dapat diwarnai oleh para Ulama dan orang orang jujur demi terwujudnya Aceh yang bersyariat dan bermartabat. Ini mungkin menjadi sejarah baru di Aceh yang perlu dicatat sehingga dapat dibaca oleh para generasi bangsa kedepan, karena silaturrahmi ulama tersebut digagas dan di Inisiasi oleh Ulama Ulama yang dulu tidak telibat dalam politik praktis seperti Ayah Cot Trueng DKK.
Ini merupakan satu bukti bahwa Silaturrahmi Ulama Aceh I adalah murni untuk menyelamatkan Aceh dari tangan tangan penjahat dan pengkhinat bangsa dan agama. Para Ulama tidak bisa membayangkan jika Aceh dibiarkan trues menerus dalam genggaman orang orang yang tidak bertanggung jawab, mungkin Aceh akan tinggal nama, atau Islam akan tinggal catatan sejarah di Aceh atau berbagai kemungkinan lainnya. Maka para ulama , para abu langsung turun gunung keluar dari rangkang untuk memikirkan perbaikan politik di Aceh. 

Kita berharap agar niat baik para Ulama ini disampaikan oleh Allah dengan do'a dan usaha kita semua mudah mudahan Aceh selamat dari cengkraman penjajahan gaya baru. 

Untuk tercapai niat baik dalam perbaikan politik Aceh maka menurut Al faqir perlu beberapa langkah : 
1. Meningkatkan Silaturahmi untuk menyatukan tujuan antara Dayah , Ulama , Tokoh Islam, Ormas Islam, partai Islam dan Santri disetiap tinkat mulai tingkat propinsi sampai tingkat kecamatan bahkan tingkat desa.
Dengan silatutrahmi maka kita akan sepakat sama sama berjuang sesuai dengan propesi dan kemampuan, karna musuh kita sangat kuat didukung dengan dana yang kuat serta media yang lengkap.
 Perlu kita sampaikan kepada para Ulama dan Tokoh serta ormas Islam bahwa dengan Penundaan Pilkada di Indonesia termasuk Aceh  
Akan dikirimlah Pejabat Gubernur, Bupati dan walikota dari partai pro rezim dan pedukung penista Agama. Para pejabat akan bekerja selama dua atau tiga tahun dengan biaya dan kekuasaan ditangan  mereka agar 2024 Aceh sepenuhnya dikuasai oleh mereka dan partai partai pendukung syariat Islam akan dihancurkan dan dicari cari masalah.
Apalagi banyak partai politik dan elit politik  sudah punya banyak masalah dengan hukum maka mereka tidak lagi bisa bebas berbicara dan bertindak (talo ka isok bak idong) 
Maka yang bisa melawan  mereka adalah Ulama ulama dan tokoh yang bersih dari masalah .oleh karena demikian kebangkitan Ulama untuk berjuang ini sudah suatu keniscayaan dan menyatukan barisan sebuah kewajiban agar tujuan baik tercapai. 
Ayo singkirkan perbedaan yang tidak mendasar..! Ayo mencari titip persamaan karena musuh besar didepan mata.! 
Istilah Al marhum Abati Babah Buloh " bila manik dan itek tengoh meuleot troh musang , maka manok dengan  itek payah piyoh meulhoe ile siat untuk sama sama hadapi musang,menyo sama sama pethen ego maka bandua akan jadi santapan musang. 

2. Mewaspadai Penyusupan, karna para iblis yang haus kekuasaan tidak pernah senang dengan persatuan para Ulama , maka mereka akan berusaha untuk menghancurkan persatuan dengan berbagai cara, baik dengan cara  menyebar fitnah murahan atau dengan masuk kedalam perkumpulan menyamar jadi kawan padahal tujuannya untuk menghancurkan dari dalam. Maka Al faqir menyarankan agar dalam    
 Politik tidak mudah merpercai orang baru, disinilah berlaku pepatah orang tua dulu "menyo Kon ie luhop menyo Kon droe Gob" bukan arti su'uz Zhan tetapi kewaspadaan karena para munafiqin akan berpura pura jadi baik bergabung dengan Ulama dan masuk dalam saf perjuangan Ulama padahal hakikatnya  untuk memperolok olok Ulama. 
Dalam politik tidak ada musuh yang abadi dan tidak ada kawan yang abadi yang ada hanya kepetingan itu sudah biasa bagi para penjahat politik, menyusup untuk menhancurkan itu sudah dicontohkan oleh Abdullah bin Ubai DKK sampai sejarahnya diabadikan dalam Al Qur'an agar para pejuang Islam penuh kehati hatian dalam perjuangan, karna yang bersisik bukan semunya ikan. 

Kita bisa melihat Patai Partai  Islam ditingkat Nasional yang didirikan oleh para Ulama dan Tokoh Islam dengan AD/ART yang sesuai dengan Islam tapi bisa hancur akibat penyusup yang sengaja ditugaskan untuk menghancurkan nilai nilai Islam dalam partai Islam tersebut. Maka oleh karena itu jika kita sudah sepakat berpolitik yang baik dan menjadikan partai politik sebagai bahtera perjuangan Islam untuk tidak mudah memberikan kepercayaan kepada orang orang yang baru atau pemain lama yang punya catatan merah baik menurut agama dan negara. 
Jika yang punya masalah kita percaya untuk mengurus masalah ummat maka mereka tidak akan bisa menyelesaikan masalah.


3.kumpulkan orang orang kuat, baik kuat hartanya, kuat fisiknya dan juga kuat ilmunya karna politik tidak semulus yang kita pikirkan, karena  untuk mendekat diri kita sendiri saja dengan Allah harus melalui tujuh aqabah apalagi ingin mendekatkan bangsa Aceh dengan Allah, ini akan banyak sekali tantangan dan ritangan, maka perlu banyak sekali persiapan, kemenaangan tidak cuma diperoleh dengan sekali Silaturrahmi para Ulama tetapi kemenangan akan diperoleh dengan kesungguhan, keserusan dan persatuan. Dari sekarang ayo kita persiapkan logistik untuk bisa bertempur di Medan politik..! Allah perintahkan kita " persiapkanlah dirimu apa yang kamu mampu daripada kekuatan dan kuda kuda yang tertambat......! 

4.Menyerahkan urusan kepada yang ahli dan bersih menurut syarii, agar tidak jadi senjata makan tuan, duri dalam daging, pagar makan tanaman sehingga ulama terkorbankan akibat ulah sifasiq dan zindik, karena jika manusia tak takut menipu Tuhan maka menipu ulama dan rakyat lebih lebih tidak takut. Sejarah telah membuktikan bagaimana pengkhiatan Sukarno terhadap Aceh dan Islam, bagaimana pengkhinatan kaum sikuler terhadap periuangan Ulama dan santri.

5.Tingkatkan optimisme bahwa Ulama dan santri bisa mengurus negara, karena negri ini sedang sakit  Negri ini tak butuh cuma orang pintar tetapi negri ini butuh orang jujur. Ingat Allah telah berjanji " orang orang berjihad dijalan kami maka sungguh akan kami tunjukkan jalan kami"  jadi jika kita sunggu sunguh untuk mengembalikan kejayaan Aceh dibawah keridaan ilahi maka Allah akan bukan jalan dan mudahkan segala urusan dalam meminpin negri .
Mudah mudahan bermanfaat ..!
 

Oleh : Al faqir Tgk Muslim At Thahiri