-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

JINGKI ALAT PENGHANCUR PADI TRADISIONAL MASA LALU

Monday, May 10, 2021 | 17:42 WIB Last Updated 2021-05-10T15:52:13Z
JINGKI adalah alat tradisional masyarakat Aceh, terbuat dari kayu pilihan yang terdapat di hutan Aceh, digunakan untuk menumbuk padi, beras, sagu, kopi dan lain-lain.

Cara kerja jingki yaitu digerakkan dengan kaki pada titik tumpang yang lebih keujung sehingga akan mengangkat ujungnya yang satu lagi dan memberikan pukulan yang kuat. Pada ujung pengungkit dipasang suatu kerangka terdiri atas 2(dua) bagian tegak lurus yang di hubungkan oleh kayu as (penggerak) harizontal yang membuat jeungki akan naik turun. Sedangkan dititik ujung yang untuk menumbuk lesung digunakan Alu (Alee dalam bahasa Aceh



Kenapa masyarakat Aceh menciptakan JINGKI..?

Pada zaman dahulu, peralatan kebutuhan sehari-hari sangatlah minim, baik dari sektor pertanian, komunikasi, perikanan, bahkan kebutuhan rumah tangga. Keadaan inilah yang membuat masyarakat Aceh harus berpikir kreatif untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut.

 Sangat berbeda seperti saat ini. Di mana teknologi terus berkembang dengan pesat dan memanjakan masyarakat dunia dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Yang dengan itu semua, aktivitas yang dilakukan akan menjadi lebih mudah, efektif, dan efesien.

Sebagian besar masyarakat Aceh mempunyai mata pencaharian pada sektor pertanian. Ada yang bekerja di sawah dan ada pula yang bekerja di kebun. Semua peralatan yang dibutuhkan telah tersedia, walaupun tidak sebegitu canggih. Karena memang untuk melakukan pertanian tidak dibutuhkan peralatan yang canggih. Namun, hasil dari pertanian inilah yang membuat masyarakat menjadi agak sulit. Seperti merubah padi menjadi beras. Hal ini tidak mungkin dilakukan dengan cara mengupas kulitnya satu-persatu.
Mengolah padi menjadi beras merupakan suatu pekerjaan yang sangat rumit.

 Dengan segala kreativitasnya, masyarakat Aceh membuat sebuah alat untuk menumbuk padi yang dinamakan dengan Jeungki atau Jingki. Dengan alat inilah masyarakat Aceh mengolah padi dan beberapa biji-bijian untuk diolah. Adakalanya untuk mengupas kulitnya ataupun untuk ditumbuk dan dijadikan tepung.

Pada saat itu, hampir di setiap rumah masyarakat Aceh mempunyai Jingki ini. Karena memang bentuknya sangat sederhana, sehingga pembuatannya pun terlihat sangat mudah. Jika dilihat sekilas, ia terlihat seperti palu. Perlu diketahui pula, Jingki ini terbuat dari batang kayu yang besar, berat, dan kuat. Sehingga dapat memberikan daya tumbuk yang kuat dan dapat menghancurkan biji-bijian yang keras. 

Cara menggunakan pun itu tidak terlalu sulit. Hanya dibutuhkan dua orang. Satu orang di belakang untuk menekan pangkal Jinggi, dan yang lainnya mengaduk dan meratakan biji-bijian yang ada di dalam tungku.
Biasanya, masyarakat Aceh ramai menggunakannya saat menjelang bulan suci Ramdahan untuk mengolah tepung sebagai bahan kue pada waktu lebaran tiba. Namun, seiring berjalannya waktu, Jingki ini semakin hari semakin sulit untuk ditemukan. Hal ini disebabkan karena banyaknya teknologi dan peralatan canggih yang dapat mengolah gabah atau biji-bijian kering menjadi tepung lebih. Mungkin, jika ingin melihat Jingki tersebut, masih bisa ditemukan di beberapa rumah masyarakat Aceh daerah pedalaman.


Demikian penjelasan singkat saya kali ini mengenai alat tradisional masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam.
semoga bermanfaat buat kita semua.!