-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Natijah Dari Maulid

Thursday, November 4, 2021 | 10:17 WIB Last Updated 2021-11-04T03:17:50Z

Mendengar kata Maulid, tentu sudah sangat familiar di telinga masyarakat muslim.Apalagi di aceh, terkenal dengan perayaan maulid terbesar sepanjang masa.masyarakat Aceh merayakan maulid sampai dengan empat bulan berturut-turut,yaitu mulai bulan rabiul awal, rabiul akhir, Jumadil ula dan Jumadil akhir.
Lalu kenapa maulid di aceh diadakan sampai dengan empat bulan berturut-turut, padahal nabi lahir hanya dalam satu bulan saja?
Ada dua pendapat jawaban mengenai hal ini
1.terjadi perbedaan pendapat para ulama,ada ulama yg mengatakan nabi Muhammad Saw lahir pada bulan rabiul awal, ada yg mengatakan pada bulan rabiul akhir, ada yg mengatakan pada Jumadil ula, dan ada pula ulama yang mengatakan nabi lahir pada bulan Jumadil akhir.dengan demikian para ulama memutuskan bahwa Maulid diadakan dalam empat bulan tersebut.

2.pendapat kedua ini bermula dari masa kerajaan sultan Iskandar muda. karena jika diadakan satu bulan saja,tidak semua org mampu merayakannya karena rezeki orang berbeda-beda,tidak semua mampu merayakannya dalam waktu bersamaan,oleh karena itu Sultan Iskandar muda memutuskan maulid diadakan sampai empat bulan.

Yg ingin saya sampaikan disini adalah Natijah dari maulid yg sangat menarik.

1 . Mengajari anak belajar zikir sejak dini.
     Menarik bukan? Anak² diaceh sejak dini sudah bisa      melantunkan berbagai macam dzikir Tanpa diajari.ini dikarenakan setiap acara maulid pasti dilantunkan berbagai macam zikir, dan beragam shalawat untuk memuji Baginda nabi Muhammad Saw.

2. mengajarkan kebersamaan
    Setiap acara maulid, semua masyarakat berkumpul, saling membantu mempersiapkan acara maulid bersama² ,makan² bersama dan saling menghormati satu sama lain, terlihat indah bukan.
  
3. Mempererat Silaturahmi 
    Dengan kehadiran maulid, silaturahmi keluarga, tetangga,maupun seluruh masyarakat seperti menyinari kembali dengan berkah merayakan cinta pada Baginda nabi Muhammad Saw.