Notification

×

Iklan

FOTO KEGIATAN

Indeks Berita

Aliansi Bumi Aceh Mulia (ABMA Aceh): Ruang Bangkitnya Advokasi Rakyat Menuju Perubahan dan Kemandirian di Era Digital

Kamis, 07 Agustus 2025 | 23:41 WIB Last Updated 2025-08-07T16:41:47Z



 Saatnya Aceh Membangun Ruang Gerak Rakyat

Aceh memiliki sejarah panjang perjuangan dan keteguhan dalam mempertahankan martabat dan identitasnya. Namun, sejarah tidak cukup untuk menjawab tantangan zaman. Di era digital yang bergerak cepat, di tengah problem kemiskinan struktural, pengangguran anak muda, korupsi, dan krisis kepercayaan terhadap elit, dibutuhkan ruang-ruang baru untuk membangkitkan harapan. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya Aliansi Bumi Aceh Mulia (ABMA Aceh), sebagai wadah advokasi, edukasi, dan perubahan sosial yang mengakar di rakyat.

ABMA Aceh bukan hanya sekadar organisasi; ia adalah gerakan moral dan kultural yang membawa semangat baru untuk menyatukan kekuatan rakyat dalam menghadapi tantangan zaman. Ia bukan partai politik, tapi ruang rakyat lintas sektor yang peduli pada masa depan Aceh.

Era Digital: Tantangan dan Peluang untuk Bangkit

Revolusi digital telah mengubah cara orang bekerja, belajar, dan membangun kehidupan. Namun, Aceh belum sepenuhnya siap. Banyak pemuda masih terkekang oleh minimnya literasi digital, keterbatasan akses teknologi, dan ketergantungan pada lapangan kerja konvensional.

Padahal, era ini menyimpan peluang besar: ekonomi digital, UMKM berbasis teknologi, literasi keuangan, dan gerakan sosial berbasis media digital. Jika Aceh tak bergerak cepat, maka ia hanya akan menjadi pasar, bukan pelaku. Inilah alasan ABMA hadir: membangun kesadaran, pelatihan, dan pengorganisasian rakyat agar tidak tertinggal dalam perlombaan zaman.

Membangun Budaya Advokasi yang Bermartabat

ABMA Aceh membuka ruang dialog yang sehat antara rakyat dan kebijakan publik. Banyak ketidakadilan yang tidak tersentuh hukum—dari konflik agraria, kemiskinan nelayan, eksploitasi tambang, hingga diskriminasi gender dan kekerasan terhadap perempuan. ABMA tidak ingin hanya berteriak di jalan, tetapi memperjuangkan advokasi berbasis data, hukum, dan nilai-nilai keadilan.

Kami percaya bahwa membangun Aceh harus dimulai dari rakyat yang sadar akan hak dan masa depannya. ABMA Aceh ingin menjadi katalisator perubahan itu—melalui pendidikan rakyat, kampanye kesadaran digital, dan kolaborasi antar-ormas, dayah, akademisi, tokoh adat, dan pemuda.

Harapan untuk Generasi Aceh: Dari Terpinggir ke Terkemuka

Aceh kaya sumber daya alam—gas, tambang, laut, hutan. Tapi kenapa rakyatnya masih miskin? Karena sistem belum berpihak, dan rakyat belum cukup bersatu. ABMA Aceh menaruh perhatian khusus pada generasi muda. Mereka adalah ujung tombak peradaban baru. Jika tidak dibimbing dan diberi ruang, mereka akan hilang arah—larut dalam hedonisme digital, narkoba, dan apatisme politik.

ABMA berkomitmen membuka sekolah rakyat, pelatihan keterampilan digital, ruang diskusi, dan komunitas aksi sosial. Kita ingin anak muda Aceh bukan hanya jadi penonton, tapi pemain aktif dalam menentukan masa depan daerahnya.

Politik yang Humanis, Hukum yang Berpihak

ABMA juga tidak menutup mata terhadap krisis politik dan hukum di Aceh. Korupsi masih merajalela, kepercayaan terhadap wakil rakyat menurun, dan hukum kerap tajam ke bawah, tumpul ke atas. Rakyat Aceh butuh representasi yang berpihak, bukan hanya retorika kosong.

ABMA akan menjadi mitra kritis dan konstruktif. Kita percaya perubahan tak harus selalu lewat kekuasaan, tapi bisa lewat konsistensi dalam kerja-kerja advokasi, edukasi, dan gerakan moral.

Saatnya Bangkit Bersama

Aliansi Bumi Aceh Mulia (ABMA Aceh) bukan mimpi sesaat. Ini adalah langkah awal menyatukan kekuatan rakyat, membangun harapan baru, dan memulihkan martabat Aceh di mata rakyatnya sendiri. Kita tidak bisa terus menunggu perubahan dari atas. Kita harus mulai dari bawah, dari diri sendiri, dari komunitas, dari kerja nyata.

ABMA Aceh adalah ruang itu: ruang untuk bersuara, belajar, dan bergerak. Ruang untuk bangkit dari keterpurukan dan menjadi bangsa yang bermartabat.

Mari bergandengan tangan. Aceh tidak akan berubah tanpa keberanian rakyatnya untuk bangkit.


Penulis Azhari