Tidak semua kegaduhan lahir dari perbedaan pendapat. Ada kegaduhan yang muncul karena satu hal yang lebih menyakitkan: pengkhianatan. Ia tidak berisik di awal, sering dimulai dari bisik-bisik, kesepakatan diam-diam, dan janji yang dilanggar perlahan. Namun ketika terbuka ke permukaan, dampaknya menghancurkan kepercayaan dan memecah persatuan.
Pengkhianatan membuat kegaduhan karena ia merobek fondasi moral. Orang boleh berbeda pandangan, tetapi ketika komitmen dikhianati, kepercayaan runtuh. Di ruang publik, pengkhianatan politik melahirkan kebisingan yang melelahkan: saling tuding, klarifikasi setengah hati, dan pembelaan diri yang tak lagi meyakinkan. Yang gaduh bukan semata peristiwa, melainkan rasa dikhianati itu sendiri.
Lebih berbahaya lagi, pengkhianatan sering dibungkus dengan narasi pembenaran. Dalih demi stabilitas, demi kepentingan lebih besar, atau demi realitas politik. Padahal, pengkhianatan yang dibenarkan hanya akan melahirkan pengkhianatan berikutnya. Sekali nilai dijual, ia akan terus diperjualbelikan.
Kegaduhan akibat pengkhianatan juga meninggalkan luka panjang di masyarakat. Rakyat yang awalnya percaya, menjadi sinis. Partisipasi berubah menjadi apatis. Solidaritas berubah menjadi kecurigaan. Dalam jangka panjang, ini merusak tatanan sosial dan melemahkan ikatan kebangsaan.
Yang paling menyedihkan, pengkhianatan sering datang dari orang-orang yang dulu dielu-elukan sebagai pejuang. Mereka yang berbicara lantang tentang idealisme, tetapi goyah saat dihadapkan pada kenyamanan dan kekuasaan. Di titik inilah publik belajar bahwa musuh terbesar sebuah perjuangan bukan lawan di luar, melainkan pengkhianatan dari dalam.
Kegaduhan bisa diredam dengan klarifikasi, tetapi pengkhianatan hanya bisa disembuhkan dengan kejujuran dan tanggung jawab. Mengakui kesalahan jauh lebih bermartabat daripada terus menutupinya. Tanpa itu, kegaduhan akan terus berulang, dan kepercayaan akan semakin sulit dipulihkan.
Karena pada akhirnya, sebuah perjuangan tidak runtuh karena serangan musuh, melainkan karena pengkhianatan yang dibiarkan tumbuh di dalamnya.