Notification

×

Iklan

FOTO KEGIATAN

Indeks Berita

Arus Perbaikan Pasca Banjir atau Arus Adu Domba yang Menghancurkan Korban

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:38 WIB Last Updated 2026-03-30T18:38:34Z

Pasca banjir seharusnya menjadi momentum perbaikan, bukan justru membuka ruang perpecahan. Di saat korban masih berjuang memulihkan kehidupan, yang dibutuhkan adalah solidaritas, bukan saling menyalahkan. Namun realitasnya, sering kali muncul arus adu domba yang justru memperparah luka masyarakat. 🌧️
Bencana tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga menguji kemanusiaan. Di sinilah terlihat apakah masyarakat memilih membangun atau justru saling menjatuhkan. Ketika energi dihabiskan untuk memperdebatkan siapa yang salah, maka korban kembali menjadi pihak yang paling dirugikan.
Arus perbaikan seharusnya hadir melalui gotong royong, kolaborasi, dan kepedulian. Pemerintah, masyarakat, relawan, dan semua pihak perlu berjalan bersama. Fokus utama bukan pada perbedaan, tetapi pada solusi. Karena korban tidak membutuhkan konflik, mereka membutuhkan kepastian untuk bangkit kembali. 🤝
Adu domba hanya melahirkan ketidakpercayaan. Sementara perbaikan membutuhkan kebersamaan. Jika masyarakat terpecah, proses pemulihan akan semakin lambat. Bahkan bisa menciptakan trauma sosial yang lebih panjang dibanding dampak banjir itu sendiri.
Saatnya memilih arus yang benar. Arus perbaikan yang membangun harapan, bukan arus adu domba yang menghancurkan korban. Karena dalam setiap bencana, yang paling dibutuhkan bukan sekadar bantuan, tetapi juga persatuan. 🌱