Notification

×

Iklan

FOTO KEGIATAN

Indeks Berita

Iran dan Panggilan untuk Persatuan Dunia Islam: Harapan atau Realitas

Minggu, 01 Maret 2026 | 03:50 WIB Last Updated 2026-02-28T20:50:26Z
Perkembangan geopolitik terbaru menunjukkan bahwa Iran berada di pusat salah satu krisis paling serius di Timur Tengah sejak beberapa dekade terakhir. Serangan besar oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 telah mengubah lanskap keamanan regional secara dramatis: serangan udara masif yang menarget fasilitas militer Iran, dan balasan militer oleh Iran, meningkatkan risiko keterlibatan lebih luas di kawasan, termasuk dampak pada pasar energi global serta ketegangan antarnegara di kawasan Teluk. �
The Guardian + 1
Dalam konteks konflik ini muncul perdebatan global: beberapa negara menyerukan de-eskalasi dan diplomasi, sementara yang lain memperkuat posisi strategis mereka. Namun, di tengah ketegangan itu, dukungan Iran terhadap persatuan umat Islam tetap menjadi salah satu narasi politik yang kuat dan konsisten.
📌 Panggilan Iran untuk Kesatuan Islam
Para pemimpin Iran secara terus-menerus menegaskan bahwa persatuan negara-negara Muslim merupakan kunci menghadapi tantangan bersama — baik itu agresi Israel, tekanan Barat, maupun tantangan geopolitik lainnya. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa negara-negara Islam harus memperkuat solidaritas mereka dalam bidang politik, ekonomi, budaya, dan keamanan untuk menolak campur tangan asing dan mencapai perdamaian serta stabilitas. �
Tasnim News + 1
Beberapa poin penting dari sikap ini:
Persatuan Muslim adalah dasar kekuatan kolektif, bukan hanya militer tetapi juga diplomasi dan pembangunan bersama. �
Malaysia Sun
Iran menekankan pentingnya kerja sama untuk menghadapi apa yang dipandangnya sebagai musuh bersama: dominasi kekuatan global yang menurut mereka melemahkan negara-negara Islam. �
Press TV
Rangkaian konferensi, hubungannya dengan negara Muslim lain seperti Turki dan pembicaraan dalam forum-forum internasional, merupakan upaya untuk memperkuat kerangka solidaritas ini. �
Iran Front Page
🧠 Opini Reflektif: Tantangan dan Realitas Persatuan
Seruan untuk persatuan umat Islam yang digaungkan oleh Iran memiliki landasan emosional dan strategis: berbagi sejarah, agama, dan ketegangan konflik yang sama terhadap negara-negara Barat serta rezim Israel sering kali menjadi basis moral dan politik bagi sebagian besar masyarakat Muslim. Namun, dalam praktiknya, persatuan ini menghadapi tantangan serius:
Perbedaan ideologis dan madzhab
Realitas dunia Muslim sangat beragam: ada perbedaan signifikan dalam pemikiran politik, madzhab Islam, serta hubungan bilateral yang kadang tegang antara negara-negara Muslim sendiri. Ketegangan antara Arab Saudi dan Iran sebelum normalisasi hubungan adalah contoh bagaimana kepentingan nasional sering kali mengalahkan solidaritas ideologis. �
New York Post
Kekhawatiran global tentang konflik yang semakin membesar
Intervensi militer eksternal, sanksi ekonomi, serta ancaman konflik terbuka dapat melemahkan tekad negara-negara Islam untuk bersatu di bawah payung yang sama. Keluarga besar negara Muslim memiliki prioritas strategis yang berbeda — mulai dari stabilitas ekonomi hingga perlindungan kedaulatan nasional — yang tidak selalu selaras. �
AP News
Perbedaan agenda politik domestik
Beberapa negara Muslim justru bekerja sama dengan kekuatan global demi kepentingan strategis mereka sendiri, sementara negara lain berusaha menjaga independensi dari blok politik besar seperti AS, Rusia, atau China.
✊ Arah Masa Depan: Persatuan yang Realistis
Panggilan untuk persatuan umat Islam tetap relevan secara emosional dan simbolis, terutama dalam menghadapi isu besar seperti konflik Palestina, kolonialisme modern, dan dominasi kekuatan global. Namun, jika umat Islam ingin benar-benar bersatu secara efektif, maka perlu pendekatan yang lebih pragmatis dan terstruktur, termasuk:
Membangun kerangka kerja diplomasi yang inklusif, bukan hanya retorika persatuan tetapi dengan agenda aksi konkret di forum internasional.
Memperkuat kerjasama ekonomi dan pendidikan, sehingga solidaritas tidak sekadar menjadi jargon tetapi juga praktek yang dapat meningkatkan kesejahteraan umat.
Mengembangkan platform keamanan kolektif, dalam bentuk kesepakatan pertahanan bersama yang menghormati kedaulatan masing-masing negara.
🗣️ Kesimpulan
Seruan “Iran dan kemenangan umat Islam” bukan sekadar slogan, tetapi mencerminkan harapan banyak pihak akan solidaritas Muslim di panggung dunia. Namun, realitas politik internasional menunjukkan bahwa persatuan seperti itu memerlukan kerja keras, kompromi, dan kesadaran bahwa kekuatan kolektif sesungguhnya terletak pada keanekaragaman yang dikelola secara adil dan strategis, bukan pada keseragaman semata.
Jika Anda ingin opini ini diperluas dalam bentuk artikel panjang, lengkap dengan subjudul dan data geopolitik, saya bisa bantu menyusunnya juga.