-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

MARI KITA BERSADAQAH DI JALAN ALLAH SWT UNTUK MEMBANTU SESAMA

Sunday, May 26, 2019 | 02:09 WIB Last Updated 2019-06-01T14:22:14Z

Secara etimologis, kata sedekah memiliki makna yang sejajar dengan keimanan (As-Shidqu), yaitu membenarkan keimanan dalam bentuk amal perbuatan. Dari sini, maka keimanan seseorang perlu dipertanyakan ketika ia mengaku beriman namun tidak dermawan, ia enggan untuk menginfakkan sebagian harta yang dimilikinya untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan. Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda, “Perilaku dermawan itu adalah bukti keimanan.” (HR. Muslim). Sebaliknya, Allah mengecam orang yang tidak mau berbagi kepada orang miskin sebagai pendusta agama (Q.S Al-Ma’un: 1-3).

Sedekah merupakan bukti iman dan ketaatan manusia pada Allah SWT. Sedekah itu tidak dapat dipaksakan, melainkan panggilan hati dan jiwa untuk melakukannya dengan ikhlas dan dapat menyenangkan hati orang lain. Sedekah tidak hanya dalam bentuk harta benda saja, seperti halnya ibadah-ibadah fisik non materi, seperti menolong orang lain dengan tenaga dan pikirannya, senyum, memberi nafkah keluarga, mengajarkan ilmu, berdzikir, bahkan juga melakukan hubungan suami istri itu disebut dengan sedekah. Cangkupan sedekah dalam Islam itu sangat luas sekali. Namun, agar lebih utama harta benda yang kita miliki juga harus disedekahkan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Maka Kepedulian sosial dalam Islam merupakan manifestasi akhlak dan bagian dari ketakwaan seorang Muslim. Seseorang yang memiliki rasa peduli dan kemanusiaan terhadap sesama, maka Allah telah menjanjikan kemudahan dan pertolongan kembali untuknya di akhirat. Maraknya lembaga kepedulian sosial yang bergerak di berbagai aspek seperti pendidikan, penanggulangan bencana, hingga kesehatan patut diapresiasi dan didukung penuh.pepatah pernah menyatakan : Berbagi bukan tentang seberapa besar dan seberapa berharganya hal yang ku beri, namun seberapa tulus dan ikhlasnya apa yang ingin kita beri.maka membangun Gerakan sosial tersebut tak hanya dilakukan dengan cara-cara konvensional, namun juga sering melibatkan Sosial media . Bahkan kepedulian sosial di media Sosial sering, tak hanya melibatkan sebuah kelompok, tapi juga digerakkan individu yang memiliki pengaruh cukup besar.Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:
من نفس عن مؤمن كربة من كرب االدنيا نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة
Artinya: “Barang siapa yang melepaskan seorang Muslim dari satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan di dunia, niscaya Allah melepaskannya dari kesulitan-kesulitan hari Kiamat,”
Kepedulian sosial dalam Islam harus dimaknai seluas-luasnya, tak boleh berhenti pada satu golongan saja yang menyempitkan makna dari ajaran Islam itu sendiri. Karena memang sesungguhnya, Allah menurunkan agama Islam ke bumi sebagai rahmat semesta alam. Semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang ditolong Allah baik dunia maupun akhirat. ALLAH SWT pernah Berfirman  yang artinya :Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu,” sebuah  kata bijak : Berapa pun penghasilan kita hari ini, sisihkan untuk bersedekah. Bahkan, paksa diri untuk mampu berbagi setiap hari. Tak harus selalu dengan materi, bisa juga dengan jasa yang kita miliki.

Dalam hal ini Sumber kepedulian sosial berasal dari dua sumber, yakni :

1)            Bersumber dari cinta

Kepedulian sosial muncul dari kepekaan hati untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar istilah empati, yang dapat diartikan sebagai kesanggupan untuk memahami dan merasakan perasaan-perasaan orang lain seolah-olah itu perasaan diri sendiri.

2)            Tidak karena macam-macam alasan

Kepedulian sosial yang kita kembangkan adalah kepedulian yang timbul dari hati yang terbuka mau berbagi untuk sesamanya tanpa didorong atau disertai alasan-alasan tanpa meminta imbalan apapun.ingat  Sesungguhnya bagian terindah dalm hidup ini adalah saat kita bisa berbagi hal positif, kebaikan dan kebahagiaan dengan orang lain


.Cara pembentukan sikap dan perilaku kepedulian sosial

Mengamati dan Meniru perilaku peduli sosial orang-orang yang diidolakan.
Melalui proses pemerolehan Informasi Verbal tentang kondisi dan keadaan sosial orang yang lemah sehingga dapat diperoleh pemahaman dan pengetahuan tentang apa yang menimpa dan dirasakan oleh mereka dan bagaimana ia harus bersikap dan berperilaku peduli kepada orang lemah.Melalui penerimaan Penguat/Reinforcement berupa konsekuensi logis yang akan diterima seseorang setelah melakukan kepedulian sosial.

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri. Oleh karna itu lumrah jika manusia memiliki kepedulian sosial terhadap sesama. Tetapi dengan semakin pesatnya teknologi-teknologi modern saat ini yang bisa menghubungkan individu dengan individu lain tanpa batasan ruang dan waktu, seperti facebook, twitter, dll. Membuat sebagian individu memiliki sifat individualistis yang dominan dikarnakan dampak dari perkembangan jaman dan teknologi ini, sehingga berpengaruhi terhadap kepedulian sosial individu saat ini. Oleh karna itu, topic diatas sangat penting untuk kita pahami dan pelajari, agar kepedulian sosial yang ada di kultur budaya kita bisa tumbuh kembali. Mari saling membantu satu sama lain untuk menggapai surga.ingat Jangan menjatuhkan orang lain saat kamu sedang berjaya. Justru sebaliknya, raih tangan mereka dan bantu mereka yang sedang jatuh di saat kamu berjaya.mari lakukan apa yang bisa tanpa harus menunggu semua bisa.

Karna manusia adalah makhluk sosial, sehingga tidak bisa dipungkiri bahwa kita tidak bisa hidup sendiri. Seperti kita bergabung dalam suatu organisasi di gerakan pemuda peduli masyarakat. sehingga kita bisa melakukan semua kegiatan dalam organisasi tersebut dengan baik, seperti berperilaku adil dalam mengambil keputusan, membantu anggota lain yang lagi kesulitan dan lain sebagainnya .

Maka Secara sosial, sedekah mampu memupuk rasa solidaritas kepada sesama manusia dengan mengangkat harkat dan martabat kaum lemah yang membutuhkan, seperti orang fakir, miskin, dan anak-anak yatim. Dengan sedekah, sebagian kalangan yang secara finansial kurang beruntung bisa terbantu dan juga meningkatkan kesejahteraan di masyarakat.
Ketimpangan sosial yang masih banyak kita saksikan di tengah masyarakat adalah bukti bahwa kesadaran masyarakat untuk bersedekah masih rendah . Tentu saja kondisi lingkungan yang seperti ini tidaklah sehat, di mana orang-orang kaya dengan gampangnya menghabiskan uang puluhan bahkan ratusan juta rupiah hanya untuk hiburan, sementara di sisi lain masih banyak orang miskin yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Syariat islam telah mengajarkan kebiasaan mulia untuk bersedekah sebagai wujud kepedulian kepada sesama. Bukankah Rasulullah SAW telah memberikan janji besar bagi mereka yang mau meringankan beban orang lain? Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa meringankan beban kesulitan seorang mukmin ketika di dunia, maka kelak Allah akan meringankannya dari kesulitan di hari kiamat.” (HR. Muslim).
Orang dermawan yang gemar bersedekah juga menempati kedudukan yang mulia di sisi Allah. Ampunan serta surga seluas hamparan langit dan bumi dijanjikan oleh Allah bagi mereka yang suka bersedekah, baik di kala senang maupun susah (Q.S Ali Imran: 133-134). ingat Jangan pernah merasa malu ketika hanya mampu memberi sedikit untuk bersedekah, karena selalu ada kebaikan dalam berbagi, tidak peduli seberapa kecil yang kamu berikan. – Ali bin Abi Thalib


 Amin ya Rabbal-alamin.
Wallahu a’lam.