-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bupati dan politik

Wednesday, September 2, 2020 | 18:46 WIB Last Updated 2020-09-02T11:46:41Z


Perpolitikan sebuah demokrasi di negeri ini ,mulai dari percalonan ,timses sampai penetapan siapa menang dan kalah semua adalah proses permainan untuk kekuasaan demi kemenangan apapun halal di dunia politik,tidak lepas pandangan dan pendidikan politik untuk yang berpolitik sehingga kata dan bahasa bukan bumerang permusuhan di kalangan pergaulan.

Kemenagan bukan viral ke angkuhan yang kita nampakkan seolah orang lain musuh dan memusuh kan seolah bupati yang terpilih milik kelompok timses bukan milik semua rakyat ,inilah kebodohan dalam berpolitik yang harus bercermin demi mengwujudkan kedamaian dan ke tentraman saling mendukung satu sama lain,bukan propokasi yang di mainkan untuk cari sensasi kita lah,dia apalah sehingga orang berilmu tapi goblok dalam angkuh dan takabur.
Yang harus di ingat keburukan bukan di balas dengan kejahatan tapi dengan kebaikan itu anjuran.

Maka Berpandanganlah baik kalah dan menang dalam permira demokrasi itu hal wajar dan lumrah tapi kita yang menang bukan berarti selamanya menang begitu juga yang kalah bukan tidak ada hak untuk mendapat pelayanan dari pemimpinnya,maka bagi yang main politik etika dan bahasa sebuah gaya merangkul bukan menciptakan permusuhan menciptakan pertengkaran dalam masyarakat.

Hari ini bukan berbicara siapa dia dan kita tapi berbicara mengwujudkan demokrasi yang adil demi rakyat sejahtera bukan demi timses yang bahagia ,itu perlu di ketahuai,orang diam bukan berarti bisa di tindas dalam ke kuasaan tapi Allah Swt akan menampakkan kemungkaran dari kecurangan ,akan lahir kebenaran untuk perubahan maka bersyukurlah baik menang dan kalah sehingga silaturrahmi selalu terjaga tampa permusuhan dan pemutusan silaturrahmi satu sama lain.

Hari ini yang lalu akan berlalu yang baru silih berganti waktu,sehingga kepanikan timses itu bisa teratasi bukan menampakkan sikap arogan seberti anak raja dalam kandang tapi sinergi perubahan kita sebagai manusia tiada dusta di antara kita.

Fenomena hidup dalam aturan rabbi bukan pada manusia ,langkah ,petemun,rezeki sudah ada yang atur ,maka kita harus ingat dari tiada sehingga ada alangkah bagi kita manusia jangan lupa bersyukur siapa kita ,siapa mareka Allah SWT menitipkan kemenagan akan menampakkan kejanggalan bila kita lupa bersyukur.

Penulis ketua
Gamna
×
Berita Terbaru Update