-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pemuda desa menembus gelap untuk cahaya dan cita-cita .

Monday, May 10, 2021 | 17:34 WIB Last Updated 2021-05-10T10:34:49Z

Hidup ini punya cerita walau berbeda tapi pernah merasakan kini 10 tahun yang lalu,  ketika yang lain sudah ada listrik dan  rumah yang layak, tapi saat itu gelap nya kami rasakan di rumah yang reot tampa yang peduli , di sekeliling rumah semua bercahaya adanya listrik , tapi kami belum mampu merasakan cahaya itu karena keterbatasan.

Deraian air mata saat itu masih kecil kini terbayang kembali Untuk bisa bangkit dan membahagiankan orang tua dan juga  mareka yang membutuhkan semampu tenaga dan fikiran sebagai insan , di sinilah motivasi besar untuk bangkit menjadi pemuda inspirasi sesama,kesusahan yang pernak kita alami semoga yang lain tidak merasakan.

Ingatan sampai hari ini

Suatu malam bertepatan jam 12 lebih dikala hujan yang kami rasakan, di rumah yang bocor di seluruh bagian tubuh kami mulai membasah, di tegah malam ayah dan bunda terbagun duduk di sudut rumah karena kebasahan hujan yang deras, air mata mengalir dalam harapan dan doa agar bisa mempunyai rumah yang layak agar ortu  bisa merasakan kehidupan yang layak d umur mareka yang sudah tua, walau ada famili dan orang  di sekitar satupun tiada yang peduli.

Saat itu juga dari kesekian oknum datang ingin mengurus rumah satupun tidak ada hanya janji palsu, hingga ada oknum meminta uang pada ortu janjian rumah bantuan segera ada , karena harapan itu ingin nyata  dengan keyakinan ingin hidup yang layak tidak sanggup mersakan dinginnya saat hujan rela benih padi pun kami jual demi ingin memiliki yang layak seperti yang lain .

rumah yang ada tidak layak lagi untuk berteduh Untuk tidur apalagi gelap dan basah saat hujan, sampai hari ini 2018 uang tidak kembalikan, rumah tiada uang pun hilang ini lah kerja para oknum pejuang masa itu ?(masih ada bukti )

Sampai umur 20 tahun pemikiran sudah mulai terbuka interaksi mulai berjalan,rasa ingin belajar tiada henti karena kita  pemuda desa yang ingin maju dan bekembang demi masa depan yang layak, suatu ketika saat kuliah belajar siang dan malam rela meninggalkan desa  demi mencari ilmu pada setiap guru baik di kampus, dayah,organisasi, lsm dan lain-lain

Demi ingin  merobah nasib dan hidup yang mulia dunia akhirat, rela jadi tukang sapu terminal, jadi penjaga WC, jadi tukang RBT dan  becak, apalagi jadi tukang panjat kelapa demi hidup yang layak semua kita berjalan tampa malu dan gensi demi masa depan yang cerah, di hina di anianya tetap sabar dan tabah setiap waktu .

Karena kita anak petani  tenpat berharap yang lebih pada sesama dari pada di upat lebih baik diam yang beharga tidak mengadu pada manusia,  hanya pada Allah SWT berdoa setiap waktu dan terus berusaha hingga seperti ini masih dalam rintisan untuk ingin mendapat hidup yang layak dan berguna. Alhamdulillah dengan perjuangan panjang kini ortu bisa berteduh sealakadar tidak basah lagi walau tidak sempurna ketika Allah memberi rezeki insya Allah melanjutkan pembuatan rumah yang sempurna.

Namun dari hasil perjuangan yang panjang suatu ketika pernah bekerja  sebagai tenaga bakti di itansi pemerintah pahit dan manisnya hidup sudah terasakan teryata dunia pemerintahan tidak semudah kita pikirkan, siapa dekat dia dapat 5 tahun kita bekarja bisa kalah dengan yang baru masuk beberapa tahun teryata dunia begitu, tampa harga
hingga hijrah memulai di dunia kerja yang baru.

Hingga Akhirat nya memutuskan cuti hingga tidak kembali memilih hidup jalan yang baru di dunia kerja yang berbeda , dan juga aktif di berbagai kegiatan dalam kehidupan ,saat sejarah silam bisa di putar kembali sungguh kejam dan pedih yang terasakan dalam kehidupan ini, kilas balik apa yang pernah kita jalani sebuah motivasi jadi orang yang berguna bagi yang membutuhkan, karena kita harus tau siapa kita karena simiski yang di hina tiada harga kalau kaya saudara di mana-mana.

Namun nyakinlah itu semua ujian Allah SWT pada hambanya, bika suatu hari nanti kita sukses bila Allah takdirkan janganlah sombong dan anggkuh .semoga pegalaman masa laku harapan baru cahaya masa depan, terimakasih ayah ,ibu,guru, tgk,sehabat dan semua elemen atas ilmu dan pegalaman masa kini menuju perubahan masa depan.

Semoga kita semua selalu dalam ridha Allah SWT bisa berbagidan peduli hingga akhir hanyat.

Terimakasih pada guru , senior dan sahabat kami yang selama ini bersama uang masih terus memotivasi  dan membina diri ini , semoga saya bisa  terus berjuang setiap saat hingga akhir hanyat, doa ayah dan ibunda setiap langkah ini selalu jadi anak yang berbakti padanya dan taat pada perintah Allah SWT hingga kelak bisa membawa mareka bahagia dunia akhirat, sampai hingga   bisa mengantikan air hujan yang membasahi tubuhnya bangga dan bahagia punya ananda yang sukses bisa memberikan warna dalam keluarga

Umroh ibunda dan ayahanda impian terbesar dalam hidup ini selagi nyawa ada dalam badan selalu berusahan mudah  rezeki bisa membawa mareka ke ka'bah mulia .

Kisah hidup yang singkat
Penentuan masa depan, semoga Allah SWT me ijabahkan setiap doa dan langkah. Aminnn