Notification

×

Iklan

FOTO KEGIATAN

Indeks Berita

Senja dan Ajal Menjemputnya: Sirna Harta dan Persahabatan

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 12:15 WIB Last Updated 2025-08-16T05:15:44Z




Senja selalu mengajarkan kita bahwa hidup tidaklah kekal. Mentari yang terbit dengan gagah di pagi hari, perlahan akan redup dan akhirnya tenggelam. Begitu pula dengan manusia: lahir dengan penuh semangat, tumbuh dalam kegemilangan, namun pada akhirnya harus menerima kenyataan bahwa ajal menjemput, dan segalanya sirna.

Ketika ajal datang, harta yang selama ini kita kumpulkan tidak lagi bermakna. Rumah megah, kendaraan mewah, tabungan melimpah—semuanya hanya akan ditinggalkan. Bahkan, sahabat yang dulu tertawa bersama kita, lambat laun akan melanjutkan kehidupannya tanpa kita. Yang tersisa hanyalah amal baik dan jejak kebaikan yang pernah kita tinggalkan.

Hidup ini sering memperdaya. Kita sibuk mengejar materi, kadang rela mengorbankan nilai, bahkan persahabatan. Kita merasa harta akan menyelamatkan kita, padahal harta hanya setia menemani sampai di liang lahat, itupun bukan untuk kita nikmati, melainkan diwariskan atau diperebutkan orang lain.

Persahabatan pun kadang rapuh. Saat kita kuat, banyak yang datang mendekat. Namun saat jatuh, banyak pula yang menjauh. Maka, janganlah menggantungkan kebahagiaan pada harta dan manusia. Sandarkanlah hati pada Tuhan, karena hanya Dia yang abadi.

Senja mengingatkan kita untuk bersiap. Seperti langit yang memerah sebelum gelap, hidup pun memberi tanda sebelum ajal. Usia menua, tenaga melemah, rambut memutih. Semua itu adalah peringatan halus agar kita menyiapkan bekal: amal, doa, dan kebaikan yang tulus.

Maka, marilah kita belajar melepaskan keterikatan pada dunia. Milikilah harta, tapi jangan diperbudak olehnya. Rangkul sahabat, tapi jangan jadikan mereka sandaran utama hidup. Hidup yang sejati adalah ketika kita mampu berjalan dengan hati yang lapang, siap menghadapi senja, dan ikhlas menjemput ajal.

Pada akhirnya, yang abadi bukanlah harta dan persahabatan duniawi, melainkan cinta kita kepada Sang Pencipta, serta amal baik yang kita tabur sepanjang perjalanan hidup.


Penulis Azhari