Notification

×

Iklan

FOTO KEGIATAN

Indeks Berita

Jangan Lupa, Korban Banjir Butuh Hunian dan Peralatan Rumah

Jumat, 27 Maret 2026 | 00:02 WIB Last Updated 2026-03-26T17:05:15Z
 

Banjir mungkin telah surut, tetapi penderitaan korban belum tentu ikut menghilang. Air boleh saja kembali ke sungai, namun luka, kehilangan, dan kesulitan hidup masih tersisa di tengah masyarakat. Di saat seperti inilah, peran pemimpin sangat dibutuhkan. Jangan sampai perhatian hanya ramai saat air tinggi, lalu menghilang ketika banjir mulai surut.

Korban banjir bukan hanya kehilangan harta benda, tetapi juga kehilangan tempat tinggal dan perlengkapan hidup. Banyak rumah rusak, bahkan ada yang hanyut terbawa arus. Peralatan rumah tangga seperti kasur, lemari, kompor, hingga pakaian ikut hilang atau rusak. Hal-hal sederhana yang biasanya dianggap sepele, kini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Pemimpin harus melihat kondisi ini dengan mata hati, bukan sekadar laporan di atas meja. Hunian sementara menjadi kebutuhan utama bagi korban yang rumahnya tidak layak huni. Tidak cukup hanya memberikan bantuan makanan beberapa hari, tetapi perlu memikirkan bagaimana masyarakat bisa kembali hidup normal.

Hunian sementara atau hunian tetap bagi korban banjir adalah langkah konkret yang sangat dibutuhkan. Pemerintah daerah, legislatif, dan pihak terkait harus duduk bersama mencari solusi. Apakah melalui pembangunan huntara, huntap, atau bantuan renovasi rumah bagi masyarakat yang terdampak.

Selain hunian, peralatan rumah tangga juga tidak kalah penting. Bagaimana korban bisa memulai kembali hidupnya jika mereka tidak memiliki kasur untuk tidur, dapur untuk memasak, atau alat-alat dasar rumah tangga lainnya? Bantuan peralatan rumah tangga adalah bentuk nyata kepedulian yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

Bencana bukan hanya soal datangnya air, tetapi juga tentang bagaimana pemimpin hadir setelahnya. Rakyat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji atau narasi. Jangan sampai korban banjir merasa dilupakan setelah bencana berlalu.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang hadir di saat sulit, mendengar keluhan rakyat, dan memberikan solusi nyata. Saat ini, korban banjir menunggu perhatian itu. Mereka menunggu hunian yang layak dan peralatan rumah tangga untuk memulai kembali kehidupan.
Jangan lupa, pemimpin…
Korban banjir masih membutuhkan uluran tangan.

Bukan hanya hari ini, tetapi sampai mereka benar-benar bangkit kembali.