Notification

×

Iklan

FOTO KEGIATAN

Indeks Berita

Perpecahan dalam Keluarga karena Harta

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:53 WIB Last Updated 2026-03-30T18:53:55Z

Harta seharusnya menjadi alat untuk memperkuat keluarga, bukan justru memecahkannya. Namun realitas sering berkata lain. Banyak keluarga yang dulunya hangat dan penuh kebersamaan, berubah menjadi dingin hanya karena persoalan warisan dan harta.

Saat orang tua masih hidup, anak-anak terlihat rukun. Duduk bersama, tertawa, dan saling membantu. Namun ketika harta mulai dibicarakan, perlahan muncul perbedaan. Dari perbedaan, lahir kecurigaan. Dari kecurigaan, tumbuh pertengkaran. Hingga akhirnya, saudara kandung yang dulu saling melindungi justru saling menjauh. 💔

Ironisnya, harta yang diperebutkan sering tidak seberapa dibanding nilai persaudaraan yang hilang. Tanah bisa dibagi, rumah bisa dijual, uang bisa dihitung. Tetapi hubungan keluarga yang rusak sulit diperbaiki. Luka batin karena perebutan harta sering bertahan lebih lama daripada manfaat harta itu sendiri.

Perpecahan karena harta juga menunjukkan bahwa sebagian orang lupa satu hal penting: harta adalah titipan, sedangkan keluarga adalah amanah.

 Ketika harta dijadikan tujuan utama, maka nilai kebersamaan menjadi korban. Padahal, orang tua biasanya berharap anak-anaknya tetap rukun setelah mereka tiada, bukan justru saling bermusuhan.
Yang lebih menyedihkan, konflik karena harta sering membuat anak lupa pada jasa orang tua. Mereka sibuk menghitung bagian masing-masing, tetapi lupa bahwa orang tua telah memberikan semuanya tanpa pernah menghitung. 🤲

Pada akhirnya, harta bisa dicari kembali, tetapi keluarga tidak bisa diganti.
Jangan sampai harta yang ditinggalkan orang tua justru menjadi penyebab hilangnya persaudaraan yang mereka bangun sepanjang hidup.
Karena keluarga yang utuh jauh lebih berharga daripada harta yang diperebutkan. 🌿