Notification

×

Iklan

FOTO KEGIATAN

Indeks Berita

Pesanku untuk Istri Tercinta Bila Aku Telah Tiada

Kamis, 25 Juni 2026 | 01:37 WIB Last Updated 2026-06-24T18:37:55Z


Wahai istriku tercinta,

Jika suatu hari Allah memanggilku lebih dahulu dan aku harus meninggalkan dunia ini, janganlah terlalu lama bersedih. Setiap yang hidup pasti akan kembali kepada-Nya. Doakan aku dalam setiap sujudmu, sebagaimana aku berharap Allah selalu menjaga dirimu dan anak-anak kita.

Aku menitipkan amanah terbesar dalam hidupku kepadamu, yaitu anak-anak kita. Jagalah mereka dengan kasih sayang, didiklah mereka dengan kesabaran, dan besarkan mereka menjadi anak-anak yang berakhlak mulia.

Ajarkanlah mereka ilmu agama sejak dini. Kenalkan mereka kepada Al-Qur'an, kepada masjid, kepada kejujuran, kepada adab, dan kepada rasa takut kepada Allah. Sebab harta yang kutinggalkan mungkin akan habis, tetapi ilmu dan iman akan menjadi bekal mereka sepanjang hidup.

Sampaikan kepada mereka bahwa ayahnya bukan orang sempurna. Namun ayahnya selalu berharap mereka tumbuh menjadi manusia yang lebih baik daripada dirinya. Jadilah anak yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Jangan biarkan mereka melupakan jati dirinya sebagai anak Aceh. Ceritakan kepada mereka tentang sejarah Aceh, tentang perjuangan para ulama dan pahlawan, tentang pengorbanan para pendahulu yang menjaga kehormatan negeri ini. Tanamkan dalam hati mereka rasa cinta kepada Aceh, bukan dengan kebencian kepada orang lain, tetapi dengan semangat menjaga warisan, budaya, dan masa depan tanah kelahirannya.

Ajarkan mereka untuk mencintai Indonesia sebagai tanah airnya, menghormati sesama manusia, dan menjaga persaudaraan. Sebab agama mengajarkan kasih sayang, dan bangsa yang kuat dibangun oleh persatuan.

Jika suatu hari mereka bertanya tentang ayahnya, katakanlah bahwa ayah mereka adalah seorang manusia biasa yang mencintai keluarganya, mencintai agamanya, mencintai Aceh, dan berharap anak-anaknya menjadi generasi yang lebih baik.

Wahai istriku,

Teruslah kuat. Jadilah ibu yang mampu menjadi cahaya bagi anak-anak kita ketika aku sudah tidak ada. Peluk mereka saat mereka sedih, bimbing mereka saat mereka tersesat, dan doakan mereka dalam setiap kesempatan.

Semoga Allah menjaga dirimu dan anak-anak kita, memberikan keberkahan dalam hidup kalian, serta mempertemukan kita kembali dalam rahmat-Nya di akhirat kelak.

Karena cinta sejati bukan hanya hidup bersama di dunia, tetapi juga berharap dapat berkumpul kembali di surga yang abadi.

Dari suamimu yang selalu mencintaimu.


Penulis Azhari