-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hargai selagi Memiliki

Sunday, May 10, 2020 | 12:02 WIB Last Updated 2020-05-12T18:07:33Z
Keindahan yang kita miliki akan pudar, gerakan dalam pergaulan ternilai untuk khazanah penilaian dalam prospek kehidupan.


Dari sekian perjalanan antara hargai dan di hargai adalah tombak menilai jangan sampai salah langkah dalam berinteraksi apalagi ada orang yang ingin mengincar kebersamaan untuk berumah tangga.

Pandangan sikap, etika dan moral membina rumah tangga bukan seperti teori tapi seperti guru dan murid yang memahami saat guru memandang.

Di sinilah peran bahasa tubu dalam menunjukan serius tidak nya dalam pelayana ingin bersama sehingga pola pandang dan kalimat bahasa sesuai imeaj untuk menghargai.

Bukan putus asa yang ingin di ngapai tapi kebersamaan hidup yang harus di ukir dalam keharmonisan mecapai tabir keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah.

Membangun sebuah pondasi bukan seperti kata tapi ada daya ukur yang terstruktur yang harus di pahami, maka disinilah letak metalisme kekuarga yang harnonis.

Menilai sebuah jebakan terkadang untuk penilaian dan analisi namun inilah hidup bukan soal pilihan namun bagaimana menciptakan kerukunan dan memahami satu sama lain saat ada kekurangan.maka hargai selagi ada pahami selagi bersama bukan soal tuntutan dalam kaidah kepuasan tapi nilai dasar hidup yang harus di pelajari agar tidak korban di kemudian hari.


Penulis
Azhari Mahasiswa pasca IAIN lhokseumawe