-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kenapa Ada Cerai di Hadapan Mata

Saturday, October 23, 2021 | 00:57 WIB Last Updated 2021-10-22T17:59:12Z



Semua kita ada impian di setiap pribadi orang ingin hidup aman dan damai dalam bekeluarga. Kehadiran pasangan sesudah nikah sebuah kebahagian serta bila lahir sang buah hati merupakan pelengkap kehidupan yang tidak tergantikan bahagianya setiap individu kita.


Namun apa jadinya dalam kehidupan bermacam kisah di depan mata dengan ukiran cerita dan masalah yang harus siap kita hadapi ďi setiap waktu , Maka jika ternyata pasangan yang kita idamkan tidak sesempurna yang kita kira maka semua itu harus saling melengkapi pasangan suami istri. Atau anak yang kita dambakan kehadirannya, justru menjadi penambah masalah itu semua harus introveksi masing - masing jangan sampai semua jadi petaka dalam keluarga dan kehidupan.

Zaman sekarang Perceraian bukanlah berita yang sulit ditemukan saat ini dalam masyarakat , Fenomena peceraian ini mudah ditemukan pada kalangan yang tidak dikenal hingga tokoh publik yang terjadi di hadapan mata hari ini.

Maka Jika di masa lalu, kita melihat banyak orang pasangan suami istri yang berusaha menutup-nutupi perceraian mereka karena masih dipandang sebagai aib dalam masyarakat, namun akhir zaman sekarang ini, kisah mengenai perceraian banyak diobral seperti hal biasa janda makin di depan.

Dengan demikian banyak alasan yang dikemukakan yang kita lihat hari ini Yang paling banyak adalah bahasa merasa sudah tidak ada kecocokan lagi dan sampai disini jodoh bersama istri atau suami.

adakala pasangan suami istri menyatakan Alasan lain, perilaku pasangan yang dianggap sudah tidak dapat ditolerir lagi. Misalnya melakukan kekerasan atau perselingkuhan,lalai dengan hp main chip ,malas shalat, martua campur tangan.



namun sebagian juga ada kepentingan ekonomi dan gaya hidup yang tidak terpenuhi dan tidak sabar dalam menjalani rumah tangga.

Namun ada juga bayak hal pasangan yang mengalokasikan sebagian besar waktunya untuk pekerjaan dan lupa keharmonisan dalam rumah tangga, sehingga semakin sedikit waktu yang diberikan untuk anak dan keluarganya jadi salah satu alasan untuk pecerain.

Oleh Sebab Itu Jika dilihat lebih mendalam lagi permasalah pasti tidak akan habisnya dalam hidup ini dengan bermacam keinginan, maka ada sebuah alasan mendasar mengapa banyak terjadi perceraian dalam rumah tangga di zaman sekarang terjadi. inilah Alasan tersebut karena meningkatnya harapan individu terhadap segala hal untuk memuaskan Hasrat baik individual maupun bersama, maka inilah termasuk di dalamnya harapan terhadap kualitas pribadi pasangan hidupnya yang tertuntut tanpa kita sadari dan tertulis hingga semua tidak seindah masa asmara yang di bangunkan.

Makan untuk Menemukan calon pasangan ideal sesuai ke inginan diri mustahil ada yang sempurna misalnya dengan menunjukkan kualitas pribadi berupa setia, bertanggung jawab, dan mau bekerja keras dan lainya pada zaman sekarang bukanlah hal gampang dan sulit di temuka dan langka di dapatkan ada tapi sedikit yang demikian.

dalam hal ini mari kita tingkatkan ketaqwaan individu pada Allah SWT yang kokoh agar akan mampu menjaga seseorang untuk berbuat hal yang menyimpang dari syariat sampai akhir hanyat. semoga akan senantiasa mengingat kita bahwa setiap hal yang dilakukan akan diminta pertanggungjawaban di akhirat nanti sekalipun tidak banyak orang mengetahuinya apa yang kita lakukan dalam membangun keluarga.

Maka sebagai insan yang ada keinginan yang banyak pasti kita mencari alat untuk dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan dirinya walau tidak sesuai harapan, dan sangat yang memikirkan kebutuhan pasangannya saat semua hilang rasa percaya dalam rumah tangga.

Allah SWT berfirman yang artiya"
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 7-8).


Dalam hal ini jangan pernah lakukan perbuatan yang tidak baik walaupun hari ini semakin banyaknya persoalan kekerasan dalam rumah tangga, dan perceraian campur tangan orangtua,pembunuhan istri, juga akan berpengaruh buruk pada pembentukan kepribadian anak-anak yang ada di dalam keluarga tersebut yang fenomena sering kita lihat dan dengar.


Walaupun Fenomena gugat cerai meningkatnya kasus perceraian tentu membutuhkan solusi yang harus kita perhatikan semua lintas sektor. Karena jika terus dibiarkan akan berdampak pada terancamnya keutuhan keluarga dan jadi persoalan besar di kemudian hari dalam masyarakat Belum lagi pengaruh negatif terhadap anak yang menjadi korban pasca perceraian baik bidang keamanan, pendidikan .kasih syg, perhatian dan kesehatan, akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang mereka sebagai generasi di kemudian hari.


Karena ini semua terjadi Adanya berbagai pergeseran nilai dan apa yang dianggap sagat penting dalam keluarga tidak terpenuhi dan jadi masalah kesenjagan sosial yang luput dari perhatian bersama khusus dalam kasus perceraian ini.

Maka di era di gital ini yang penuh dengan media sosial (medsos) umat pergurganakan sadar dan harus di sadari banyak memberikan manfaat berupa kemudahan bagi kehidupan manusia untuk melancarkan silaturrahmi dan mempermudah dalam bekeluarga dan jadi petaka bisa jadi pemicu perceraian dalam keluarga.

Maka dengan bermedsos, kita manusia bisa berselancar di luar dunia nyata dalam mencari apapun di dunia ini. Tak hanya menjalin silaturahmi dan silaukhuwah antar kota, pulau dan negara, medsos juga memperlancar pekerjaan, aktivitas bisnis, bahkan syiar islam, saat ini mudah dijangkau dengan media sosial dalam menyambung ukhuwah antar seudara bila sudah bekerluarga.

Maka walau kita lihat zaman sekarang banyak keluarga di zaman sekarang dengan bermacam persoalan baik terjadi percerain, pembunuhan, pencurian, perampokan dan jual narkoba karena kontek penyelesaian tidak serius dalam masyarakat walaupun bermacam program ada namun kadang orang -orang tertentu mendapatkan dan salah dalam mengunakan teknologi hingga menyesal di kemudian hari.


Dari sekian masalah kita lihat perlu Langkah dan solusi dalam meninggalkan kecenderungan untuk berpusat pada diri sendiri dalam hidup dan mensyukuri atas setiap rezeki Allah berikan dan selalu dalam majelis kebaikan dan pendidikan untuk meraih ridha Allah dalam keluarga dunia Akhirat bagi kita semua.

adapun dari hal di atas Maka bersiaplah kemampuan menerima suatu kenyataan baik pahit dan pedihnya dalam kehidupan, termasuk kenyataan mengenai pasangan hidup meskipun terkadang kenyataan itu tidak sesuai harapan maka semua itu Taqdir Allah SWT dan akan indah pada waktunya.

oleh demikian Kita harus mampu menerima adanya berbagai hal yang tidak sesuai dengan harapan, dan tetap menjalani hidup dengan penuh makna dalam hari hari untuk mencapai tujua akhirat dan setiap masalah akan berakhir dan ingat masih ada masalah di akhirat bila kita lalai hari ini dalam keluarga dan semua akan kita pertanggung jawabkan.

dari demikian Maka setiap masalah kita lihat dapat kita simpulkan Ketika minimnya pengetahuan agama tentang bagaimana bergaul kemudian batasan-batasan dalam bergaul dan bekeluarga perlu apa saja, ditambah rendahnya kesadaran akan pengawasan Allah SWT di dunia menuju akhirat, ini sangat memungkinkan seseorang baik yang sudah menikah maupun belum, untuk melakukan interaksi perbuatan yang tidak tepat dan baik, bahkan menyalahi syariat maupun norma kemasyarakatan sesudah bekeluarga, seperti perselingkuhan hingga berbuntut perceraian dan terkorbankan keluarga .

semoga kita doakan Suami-istri hidup selalu berdampingan saling asih dan asuh, serta menjalankan bahtera keluarga layaknya dua orang sahabat sejati yang selalu berbagi suka dan duka dan samawa dunia hingga akhirat.

maka mari kita baca setiap waktu
surat Al Furqan ayat 74.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Robbanna hab lanaa min azwaajinaa wadzurriyyaatinaa qurrota a'yun, waajalnaa lilmuttaqiina imaama"

Artinya: 

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al Furqan: 74)


dan doakan agar segala urusan rumah tangga dipermudah oleh Allah SWT. Berikut doanya:

رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

 "Robbanaaa aatinaa mil ladungka rohmataw wa hayyi lanaa min amrinaa rosyadaa"

Artinya:

“Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu dan berilah kemudahan-kemudahan serta pimpinan kepada kami untuk keselamatan agama kami.” (QS. Al-Kahfi: 10)

Semoga kita semua dapat meluangkan waktu membaca doa- doa pada Allah SWT, agar hidup rukun dan damai sampai akhir hanyat dan jadilah rumah tangga sebagai hunian menuju syurga Allah dalam ketaqwaan padaNYA setiap waktu.

Terus belajat ilmu agama sebelum menikah dan lanjutkan sesudah nikah agat hidup tidak menyesal di kemudian hari karena dalam berumah tangga bukan soal uang dan miskin hidup senang dan susah tapi bangai mana nilai kita mensyukiri dan menerima pasangan atas segala kekurangan maupu bersyukur atas segala kelebihan.

"Hidup tanpa ilmu semua tidak terarah maka carilah ilmu agar hidup berkah"

Penulis
Azhari