-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Di Balik Pinto Aceh"

Senin, 25 April 2022 | 05:12 WIB Last Updated 2022-04-24T22:12:59Z


Contoh penerapan seni hias yang memiliki nafas yang sama dalam rentang waktu lebih dari 3 abad pada media kayu, batu, logam, dan kertas. Karena kemunculannya berabad-abad selalu konsisten digunakan pada berbagai media, maka hiasan ini dikategorikan sebagai ornamen khas Aceh. Namun sayangnya di abad 21 ini, ornamen ini tidak lagi kita lihat muncul sebagai pengaya pada arsitektur, tekstil, perhiasan dan lain sebagainya. Selain ini, ada banyak ornamen khas Aceh lainnya yang telah berabad-abad ikut membentuk identitas kebudayaan Aceh, salah satunya seni kaligrafi. Namun, seni hias yang begitu kaya pernah dihasilkan Aceh, saat ini terkurung di ruang gelap dan terkunci tak berdaya di balik dominasi ornamen Pinto Aceh.
-------------------------------------------------------
Gambar :
1. Ornamen pada panel kayu di Balai kuno (abad ke-19), Gampong Dayah Bubue, Pidi.
2. Ornamen pada nisan (batu badan) di kompleks makam Raja Jalil (abad ke-17), Banda Aceh.
3. Perhiasan berbahan emas asal Aceh yang sekarang menjadi koleksi Museum di Belanda (abad ke-18 [est]).
4. Ornamen pada iluminasi Mushaf Al-Qur'an (abad ke-19) koleksi Pedir Museum.

#RagamSeniHiasAceh

suber fb

arya purbara