Notification

×

Iklan

FOTO KEGIATAN

Indeks Berita

Jangan Menunggu Mati Baru Bertaubat

Sabtu, 06 September 2025 | 19:07 WIB Last Updated 2025-09-06T12:07:40Z


Hidup ini bukan sekadar perjalanan menuju kematian, tetapi persiapan menuju kehidupan abadi setelah kematian. Banyak orang menunda taubat dengan alasan masih muda, masih kuat, masih ingin menikmati dunia. Padahal, siapa yang bisa menjamin bahwa esok kita masih hidup?

Kematian tidak mengenal usia. Ia bisa datang kepada anak kecil, remaja, dewasa, bahkan orang yang masih tampak sehat sekalipun. Jika kita menunda taubat sampai “nanti”, bisa jadi “nanti” itu tidak pernah datang.

Taubat bukan hanya untuk orang yang sudah tua atau orang yang sudah merasa dekat dengan ajal. Taubat adalah kewajiban setiap Muslim, setiap saat. Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya, bahkan hingga detik terakhir sebelum ruh sampai di kerongkongan. Namun apakah kita rela berjudi dengan waktu, menunda kebaikan hingga ajal menjemput secara tiba-tiba?

Jangan menunggu mati baru bertaubat. Karena kematian bukan panggilan yang bisa ditunda, melainkan kepastian yang bisa datang kapan saja. Selagi masih diberi nafas, masih bisa mendengar azan, masih bisa melangkahkan kaki, mari kita kembali kepada Allah.

Taubat bukan berarti kehilangan kesenangan hidup, justru taubat adalah kunci ketenangan sejati. Hati yang dekat dengan Allah akan jauh dari kegelisahan, pikiran akan tenang, dan hidup menjadi penuh berkah.

Ingatlah, dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Jangan menukar akhirat yang kekal dengan dunia yang fana. Mari kita renungkan: Apakah kita siap dipanggil Allah dalam keadaan belum bertaubat? Jika jawabannya tidak, maka jangan tunda lagi.

Bertaubatlah hari ini, sebelum datang hari di mana taubat sudah tidak berarti apa-apa.