-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kopi Politik Antara Kalah Dan Menang

Wednesday, August 26, 2020 | 14:33 WIB Last Updated 2020-08-26T07:33:55Z

Keheningan pagi di suasana demokrasi,sejuk jiwa  untaian kata dalam diskusi,  menyosong visi dan misi di warkop untuk popularotas cerdas dalam gaya bahasa berirama untuk merebut fanatik rakyat , pelukan dan gerakan menampakan sosialisme pada rakyat agar terasa peduli dan merakyat

Dari lintas tokoh dan masyarakat yang di sapa memberikan warna yang beda dari yang beda seolah murni antar  mutiara ,namun ada dari perjalanan hidup dikala olah pembodohan dan janji-jani oknum demi memuluskan hasrat perpolitikan di hadapan mata dari masa ke masa hingga  kedok oknum pemaian  terbaca dan rakyat  merasa.

Sebuah kata sering di dengarkan Politik memang seni namun setiap seni yang di mainkan ada oknum merampaskan hak rakyat yang tidak wajar dengan jual beli suara rakyat dan akhir rakyat tertindas, maka perlu pendidikan politik / pemahaman politik bagi rakyat agar menguasai demi memutuskan ratai pembodohan politik yang siste matis bagi umat.

Dari sekian perjalanan perpolitikan  dan langkah yang kita jalani banyak hal yang perlu di evaluasi dan di pahami mulai dari cos politik hingga tim pemain di lapangan agar trasparansi kepentingan rakyat terealisis saat sudah jadi wakil rakyat.

Semoga saja pahit dan manisnya sebuah  proses namun


Dari sekian perjalanan arus demokrasi Jangan sampai rakyat hanya mendapat secangkir kopi di pertemuan politik yang berikan namun hak dan kepentingan rakyat di mainkan hingga peñyalah kewenagan nampak di hadapan mata.

Hari ini persoalan mebantu rakyat perlu di evaluasi "yang lanyak mendapat kan tidak di berikan dan yang tidak lanyat di berikan inilah permaina politik akibat olah oknum politik. Maka disinilah yang biasa harus di evaluasi demi keadilan sosial bagi rakyat.


Kopi politik pahit bagi rakyat ada kala manis bagi timses , pemoda dan pemain jauh beda,bisa pula timses hanya ssbatas jabatan bisa saja rakyat yang jadi korban, analisis politik bisa saja tidak sesuai dengan perhitungan namun politik seni permaiman baik korban atau harus di korbankan.

Rakyat da timses ada kala sejahtera tergantung pendekatan namun ada rakyat dan timses korban permainan sesudah kepentingan selesai , dan bila menang untuk jumpa susah apalagi ngopi bersama inilah kopi politik.

Manis dan pahit nya politik itu hiasan permainan sematan bagus komunikasin oknum tim atau yang bersangkutan maka mulus di kemudian hari.

Karena hari ini kita mehindar saat butuh pasti tidak bersandar, nilai kerja politik bukan uang semata tapi nilai menghargai jasa dan proses bersama mencapai tujuan.

Namun hari ini bisa saja lupa karena orang baru ada dan mencampakkan yang lama demi harga hebat di mata orang baru dan jasa tim pejuang saat awal tanpa harga dan apresiasi.

Bodoh dalam politik dapat belajar namun di bodohkan di politik masih belum wajar, perlu di studikan kembali nilai jasa lebih besar dari nilai uang yang di berikan namun bukan menilai berapa banyak namun ternilai berasa bisa saling menghargai.


Liku dan luka setiap aktor politik pasti ada, apalagi pembisik dan pemaian selingkar mencari muka dan adu domba demi hasrat proyek yang di dapatkan , nilai dasar dan arus perubahan hilang dari kepentingan umat namun lebih pada kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

Setiap skenario pasti ada hasil setiap hasil pasti ada korban maka analisis gerakan jangan sampai lempar batu sembunyi tangan dan jeritan harga kebersamaan hilang apalagi asas kepentingan penjilat yang di mainkan karena uang , maka harga jasa tiada makna dan bisu tanpa realista.


Tahun politik pasti pergema di pantas demokrasi setiap lima tahun sekali, maka setiap harapan dan aspirasi yang ingin di perjuangkan untuk rakyat perlu orang yang tepat tempat di berikan saran dan masukan , bukan habis kepentingan tinggal gambar dan kenangan, namun harapan aspirasi untuk rakyat sebatas masa kampaye.

Menang  dan kalah sebuah  pesta demokrasi  tapi  silaturrahmi  bersama rakyat jangan putus sesudah kepentingan,  tegur sapa dan menjalain ukhwah modal dasar keberkahan.