Notification

×

Iklan

FOTO KEGIATAN

Indeks Berita

Migas Blok Andaman, Aceh Jadi Penonton atau Pemilik atas Sumber Daya Alamnya

Minggu, 28 Juni 2026 | 11:44 WIB Last Updated 2026-06-28T04:44:53Z


Penemuan dan pengembangan potensi migas di Blok Andaman membuka harapan baru bagi perekonomian Aceh. Namun, pertanyaan yang harus dijawab bukan hanya berapa besar cadangan migas yang dimiliki, melainkan juga: apakah rakyat Aceh akan menjadi penonton atau benar-benar merasakan manfaat sebagai pemilik sumber daya alamnya?

Kekayaan alam seharusnya menjadi jalan menuju kesejahteraan masyarakat. Kehadiran industri migas idealnya tidak hanya menghasilkan penerimaan negara, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi putra-putri Aceh, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menggerakkan usaha lokal, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Pemerintah Aceh perlu memperjuangkan peran yang lebih kuat dalam tata kelola migas sesuai kerangka hukum yang berlaku, termasuk memastikan adanya transparansi, akuntabilitas, dan pembagian manfaat yang adil. Di sisi lain, perusahaan yang beroperasi juga diharapkan melibatkan masyarakat lokal melalui pelatihan, kesempatan kerja, dan kemitraan usaha.

Blok Andaman jangan hanya menjadi simbol kekayaan yang dinikmati segelintir pihak. Kekayaan alam Aceh harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat Aceh hari ini dan generasi yang akan datang.

Aceh tidak boleh hanya menjadi penonton di atas tanah dan lautnya sendiri. Kekayaan alam harus dikelola dengan adil, bijaksana, dan berpihak pada kemakmuran rakyat, sesuai dengan hukum dan prinsip tata kelola yang baik.