Era digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, bekerja, belajar, bahkan membangun hubungan sosial. Namun, kemajuan teknologi tidak boleh membuat standar moral semakin rendah. Justru semakin besar kebebasan seseorang di ruang digital, semakin besar pula tanggung jawab moral yang harus dimiliki.
Media sosial sering membuat orang merasa bebas berbicara tanpa memikirkan akibatnya. Fitnah, penghinaan, penyebaran informasi yang belum tentu benar, membuka aib orang lain, hingga perundungan dapat dilakukan hanya dengan satu sentuhan jari. Di sinilah moral menjadi pembeda antara kebebasan berekspresi dan kebebasan menyakiti orang lain.
Standar moral di era digital seharusnya sederhana: saring sebelum berbagi, berpikir sebelum berkomentar, dan pertimbangkan perasaan orang lain sebelum menghakimi. Jangan menjadikan jumlah tayangan, pengikut, atau viralitas sebagai ukuran kebenaran dan harga diri.
Teknologi boleh semakin maju, tetapi hati dan akhlak manusia tidak boleh tertinggal. Karena pada akhirnya, jejak digital mungkin tersimpan di teknologi, tetapi nilai moral seseorang akan dikenang oleh manusia.
“Jadilah manusia yang beradab di dunia nyata dan tetap bermoral di dunia maya.”