-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Refleksi 14 Tahun Tsunami Dalam Masyarakat

Monday, October 1, 2018 | 11:22 WIB Last Updated 2019-06-12T14:26:48Z
Perjalanan musibah masa lalu  pencerminan kehidupan masyarakat pengungsi di Nanggro Aceh Darusalam umumnya khusunya wilayah yang tertimpa Tsunami.  yang telah memporak-porandakan kehidupan masyarakat pesisir pantai pada tangal 26 desember 2004, dengan kejadian itu terpaksa masyasarakat harus tinggal di tempat-tempat penampungan atau pengungsian tenda, barak, selter dan fasilitas umum sudah hampir dua (2) tahun masyarakat korban tinggal ditempat pengungsian tampa ada realisasi dari pihak terkait pada hal bengitu banyak NGO dan Donatur yang menyalurkan bantuaan untuk masyarakat pengungsi.


Pada Kondisi saat itu, sangat memprihantinkan dan menyedihkan dilihat dari bebagai segi dari budanya dan sosial masyarakat yang troma besar atas musibah yang di alaminya , saat hari-hari di pegunsian masyarakat yang ada di pengungsi sudah mulai berubah dari pola berpikir yang dulunya awam dan sekarang mulai kreatif, seperti kondisi gaya hidap masyarakat pengungsi sangat berbeda dibandingkan dengan kehidupan dulunya dalam pergeseran ini mungkin arus globalisasi yang begitu tajam , bila dilihat dari sisi perkonomi masyarakat yang tinggal di desa dan masyarakat yang tinggal di barak terlalu banyak bantuaan tersalurkan dibarak pengungsian sedang masyarakat di desa sangat kurang memdapat perhatian bantuan dari Ngo dan donatur maka akan menimbulkan kesenjangan sosial antara masyarakat desa dan masyarakat pengungsi hingga selesai rehabilitas semua bagunan dan masyarakat beraktifitas kembali sebagai mana biasa, dan arus moderisasi lebih cepat hingga masyarakat manja dalam mencari ekonomi yang mengakibatkan bombardir generasi dalam menanti bantua hingga malas bekerja waktu itu.

Bila dilihat waktu itu dari lingkungan barak di sisi faslitas rumah tangga dan elektronik sudah mulai mencukupi serta berlimpahan dengan bantuan yang selama ini diberikan tetapi bisa saja membuat masyarakat barak kemalasan dan bergantungan dengan bantuan yang diberikan selama itu.
Dalam perjalanan waktu lalu dapat di ambil sebuah inti sari untuk kedepan dalam membantu memberi bantuan untuk masyarakat , jangan hanya  logistik  yang di berikan untuk memompa roda ekonomi sesaat, tapi  modal usaha yang sebaiknya diberikan berupak barang untuk penyediaan lapangan kerja bangi masyarakat yang berkelanjutan ,dalam hal itu begitu banyak kasus yang terjadi dilapangan saat ini seperti tidak tepatnya bantuan yang diberikan, namun itu introveksi dalam kehidupan agar setiap musibah yang terjadi jangan ambil kesempatan dalam kesempitan tapi jalankan sesuai aturan demi masyarakat adil ,makmur yang di ridhai Allah SWT.Refleksi 14 tahun Tsunami awal perubahan pada diri kita untuk terus mencari Ridha Allah SWT.
Maka setiap perjalanan hidup ini apapun musibah yang di alami maka saatnya kita semua hijrah menuju jalan yang berguna mejunjung tinggi nilai islam dan kekompakan hingga akhir hayat yang bahwa di balik cobaan ada hikmah di masa akan datang,mari becermin untuk saat ini kelak hidup ini bisa terus kita evaluasi agar setiap tetesan noda selalu kita munajahkan diri untuk memohon ampun pada ALLAH SWT.
Cobaan tahun 2004, terus kita syiarkan pada generasi. Aceh bumi para aulia saatnya kita berpadu menguatkan iman,ilmu amal untuk persiapan hidup yang lebih mulia jauh dari kemungkaran.cobaan masa lalu bukan akhir namun ingatlah Allah akan selalu menugur Hambanya untuk selalu bertaqwa padaNYA.
Semoga tulisan ini berguna agar musibah tahun 2004 terus kita ingat.
Karya : Azhari