-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

TAARUF DALAM DUKA

Tuesday, April 14, 2020 | 23:23 WIB Last Updated 2020-04-14T16:23:56Z

Dalam menjalani kisah kehidupan pasti Masalah tidak akan habis dan akan menemukan bermacam cara untuk berproses seperti taaruf  , tentunya kita  tidak akan mengalami momen bahagia saja namun ada rintangan dan hambatan yang penuh sabar dalam menjalani untuk memikat hati dalam ikatan halal yang kita dambakan . Adakalanya  kita  dihadapkan dengan segudang  masalah untuk  menyerah tidak mau bertahan baik sikap cuek, tidak peduli dan peka, seolah di buat harus menyerah atas perjuangan yang di jalankan.



Di untaian perjalanan keraguan dan menyerah atas waktu kita jalani seolah buntu pemikiran untuk bertahan, seperti ada  yang menghalangi jalan cerita kisah taaruf ini. Namun agar supaya tetap semangat meski diterjang masalah hati namun doa dan usaha agar semua jadi fakta yang di impikan dalam ukhuwah dan hukum ALLAH SWT.

Diperjalanan banyak hal yang membuat kita sadar bahwa tidak sama memiliki pasti beda rasa yang di miliki, taaruf saja ada  permasalahan apapun yang sedang dihadapi dalam jiwa sabar dan serahkan pada alllah selalu yang terbaik dan niat baik, jangan sampai apapun kondisi  menyerah begitu saja di setiap perjuangan. Ingatlah bahwa allah menciptakan masalah sepaket dengan pelajaran yang bisa kita petik hikmahnya di masa depan apapun masalah kita harus pandai dan lehai dalam menghadapi. Jadi, jangan merasa khawatir dan frustasi jika tidak bisa menyelesaikan permasalahan taaruf walau seperti dalam duka.

Namun baik dan buruknya pasanganmu kalau bisa di bina ya lanjutkan kalau memang tidak bisa harus di tinggalkan jangan ragu ambil keputusan untuk pergi demi kebaikan,karena suatu yang di paksakan tidak akan baik, kalau niat karena allah maka di dunia akan nyata baik pelayanan dan norma yang kita ketahui untuk saling meraih ridha ALLAH SWT.

Maka doan saja di setiap waktu atas apapaun kondisi itulah taqdir yang harus kita jalani,  entah itu cobaan sebagai sumber kekuatan untuk menyatakan perasaan, atau penghiburan saat mengalami patah hati dan merasa sendiri tidak di peduli. Bisa juga sebagai penyemangat untuk menanti datangnya ilmu diemudian  hari.
Penulis
Azhari
Mahasiwa Hukum Keluarga

×
Berita Terbaru Update